BI Prediksi Ekonomi Sulsel Tumbuh 7,4 Persen di Tahun 2018

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) BI Sulsel, Bambang Kusmiarso.

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) BI Sulsel, Bambang Kusmiarso.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Setelah menghadapi tantangan pada tahun 2017, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi selatan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sulsel 2018 akan membaik dalam kisaran 7,0–7,4% (yoy). 

Namun, beberapa faktor yang berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi perlu diantisipasi. 

Advertisment

Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) BI Sulsel, Bambang Kusmiarso mengungkapkan, target pertumbuhan ekonomi tahun depan di Sulsel lebih agresif. 

Hal itu sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 5,1%-5,5% di tahun 2018. 

Namun demikian, kata Bambang, terdapat beberapa faktor yang berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun depan, antara lain kinerja Sub-usaha Perkebunan dan rumput laut yang masih belum optimal. Kinerja ekspor Luar Negeri yang tidak sekuat tahun-tahun sebelumnya, dan ketersediaan bahan baku yang minim menyebabkan beberapa industri pengolahan melakukan impor bahan baku (khususnya kakao). 

“Sehingga membebani neraca perdagangan, serta dapat berdampak pada pendapatan masyarakat,” kata Bambang, Rabu ( 27/12/17).

Disamping hal tersebut, lanjutnya, 
produksi semen yang diperkirakan menurun karena turunnya permintaan dari luar Sulsel juga berpotensi memperlambat kinerja 
Lapangan Usaha Industri Pengolahan. Komponen-komponen itu diharapkan menjadi perhatian stakeholder untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap konsisten. 

Di luar itu,  lebih lanjutnya, stimulus fiskal pemerintah meningkat terutama realisasi belanja infrastruktur diramalkan akan mendongrak laju pertumbuhan. 

Selain itu adanya upaya pemangkasan perizinan, yang dalam jangka pendek, diharapkan dapat mendorong investasi swasta. 

Kata Bambang, pertumbuhan ekonomi dunia yang semakin membaik di tahun 2018 dengan target 3,7% dari target tahun 2017 yang mencapai 3,6%, juga turut mendorong kinerja ekspor yang diperkirakan tetap dalam kondisi surplus neraca perdagangan. Ditambah pertumbuhan konsumsi Rumah Tangga yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan kelas menengah akan menjadi faktor pendorong investasi swasta. 

Bambang mengaku upaya pemerintah dan Bank Indonesia yang akan mengoptimasi kapasitas Sulsel dalam industri agribisnis diharapkan mampu meningkatkan daya saing sehingga ekspor ke luar negeri dapat terus ditingkatkan. Sementara  dari sisi Lapangan Usaha, cuaca yang kondusif dan peningkatan luas lahan panen dengan beroperasinya bendungan dan irigasi diperkirakan akan mendukung Lapangan Usaha Pertanian, 
Kehutanan, dan Perikanan. 

“Membaiknya harga komoditas khususnya 
nikel serta produksi nikel yang stabil paska maintenance besar yang terjadi di tahun 2017 berkisar 78- 80 ribu metric ton juga turut menopang perekonomian di 2018,” tuturnya. 

Pada lapangan usaha konstruksi, tambahnya, pembangunan beberapa 
infrastruktur berskala nasional akan diselesaikan pada tahun 2018 
yaitu Makassar New Port (MNP) tahap 1A; Kereta Api Trans Sulawesi (50 Km); Bendungan Karalloe dan Bendungan Passeloreng. Peningkatan Upah Minimum Provinsi (UMP) di tahun 2018 juga turut mendorong Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran. (**)