Pasar Tumbuh, GMTD Perkenalkan Cluster Baru 2018

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Pasar properti terus bergerak positif hingga akhir 2017 dan diperkirakan tahun 2018 ini merupakan puncak pasar properti di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar.

Pasar merespon positif dan suksesnya peluncuran produk terbarunya pada pertengahan November 2017 kemarin, PT GMTD Tbk, kembali menghadirkan cluster terbarunya Rosemary di Green River View (GRV) yang hadir dengan harga terjangkau mulai dari Rp 330 jutaan.

Advertisment

“Rosemary Reseindence ini hadir dengan empat pilihan yaitu tipe 30/60, tipe 38/72, tipe 38/90 dan tipe 48/90 yang ditawarkan dengan harga promo mulai Rp330 an juta. Dengan dua kamar tidur dan dilengkapi club house”, ungkap Hasrul, Public Relation PT GMTD Tbk, di sela-sela acara Grand Briefing dan Productknowledge yang dihadiri ratusan agen properti terkemuka di Kota Makassar di Hotel Rinra, Jumat 12 Januari 2018.

Ia menambahkan, dalam membeli sebuah properti sedikitnya ada 5 faktor yang harus diperhatikan, penentuan lokasi, fasilitas yang tersedia disekitar lokasi, future development, dan komitmen developer yang terbagi atas : Bagaimana konsep yang ditawarkan, spesifikasi produk, kualitas produk, komitmen menentukan kebijakan harga yang terjangkau serta track record terhadap secondary. Serta harga yang masih murah dan potensi kenaikan harga yang sangat besar.

Sementara itu, lanjut Hasrul, untuk promo produk terbaru tersebut, Tanjung Bunga bekerjasama dengan Bank BNI 46, Mandiri, BRI dan BTN menawarkan kemudahan bagi masyarakat memiliki unit rumah di GRV melalui program subsidi KPR.

Membaiknya pasar properti tersebut tidak terlepas dari suksesnya penyelenggaraan tax amnesty, masih banyak dana repatriasi yang belum dibelanjakan atau ditempatkan oleh pemiliknya. Kemungkinan terbesar pemilik dana akan melirik sektor properti sebagai sarana investasi yang paling tepat. Tidak hanya itu, banyak langkah pemerintah yang merangsang pertumbuhan di sektor properti. Dalam hal ini adanya relaksasi loan to value (LTV) dari Bank Indonesia, pemangkasan perizinan, pemotongan PPh final, suku bunga KPR yang cenderung menurun. (**)