Panen Awal Tahun Sumbang 1 Juta Ton Beras, Sulsel Siap Jadi Penyangga Nasional 

Ilustrasi (foto:ist)

Ilustrasi (foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Kelangkaan beras di sejumlah daerah, dipastikan tak akan terjadi di Sulsel.

Selain stok yang masih melimpah, awal tahun ini mulai akhir Januari sampai Maret sudah masuk musim panen.

Advertisment

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel sampai akhir Maret stok akan bertambah sekitar 1,5 juta ton gabah kering giling (GKG)  atau setara 1 juta ton beras.

Di akhir bulan ini saja,  Sulsel akan mendapat pasukan 120 ribu ton dari beberapa kabupaten yang akan panen raya. Mulai dari Sidrap,  Soppeng, Bulukumba, Wajo, Luwu, Luwu Utara, Tana Toraja, Toraja Utara dan Enrekang.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan dengan kondisi tersebut Sulsel siap menyanggah kebutuhan beras nasional dengan menyiapkan “over stok” hingga 2,6 juta ton beras per tahun.

” Target kita minimal per tahun ‘over stok’ 2,6 juta ton beras, itu untuk menyanggah kepentingan nasional,” kata Syahrul di Kantor Gubernur,  Senin 15 Januari.

Hasil panen tersebut, sebutnya, diperoleh dari luas tanam 1,2 juta ha. Saat ini, kata dia, pihaknya memiliki stok tersedia hingga 82 ribu ton yang siap digunakan.

“Saya sudah komunikasi dengan Menteri Perdagangan, kalau mau pakai dulu yang 82 ribu ton, silahkan, karena Januari ini sudah akan ada yang masuk,” tuturnya.

Pihaknya, kata dia, juga tidak mempersoalkan kebijakan impor beras 500 ribu ton yang diambil pemerintah pusat.

“Semua bisa pahami kondisi nasional, kenaikan harga di beberapa tempat memang kita khawatir, sikap kita tidak mempersoalkan impor, saya tidak dalam kompetemsi bicara secara nasional,” jelasnya.

Ia juga yakin, beras impor tersebut akan didistribusikan ke daerah yang kekurangan, sehingga harga beras di Sulsel tidak terpengaruh. “Kami ingin agar gairah petani  mendapatkan harga yang baik dapat terjaga,” pungkasnya.

Sebelumnnya Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulselbar menggelar operasi pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga beras.

Tahap awal, BUMN di bidang pangan itu melepas 100 ton beras ke sejumlah pasar tradisional.

Operasi pasar dilakukan untuk mengantisipasi sekaligus penetrasi harga beras yang sempat melonjak. Operasi pasar akan berlangsung mulai 8 Januari hingga 31 Maret mendatang. Beras yang dijual selama operasi pasar merupakan jenis medium. Harganya dibanderol di bawah Harga Eceran Tertinggi. (**)