1.719 Lembar Upal Dimusnahkan BI Sulsel, Didominasi Pecahan 100 Ribu

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sebanyak 1.719 lembar uang palsu dimusnahkan Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulsel, di Gedung BI Jalan Jenderal Sudirman, Kamis 18 Januari 2018.

Upaya BI bersama penegak hukum, dan sejumlah instansi terkait seperti Kejari, kejati, perbankan dan Polda Sulsel tersebut sebagai langkah keseriusan sejumlah instansi terkait dalam memberantas peredaran uang palsu.

Advertisment

” Ini salah satu fokus kita menekan peredaran uang palsu,” Kepala BI Perwakilan Sulsel, Bambang Kusmiarso.

Adapun jumlah uang yang dimusnahkan sebanyak 1.719 lembar sebagai temuan pada periode Maret-Oktober 2017. 100 ribu merupakan pecahan yang paling banyak dipalsukan yakni sebanyak 903 lembar. Disusul pecahan 50 ribu sebanyak 793 lembar.

Pecahan kecil tidak luput dari pemalsuan. Pecahan 20 ribu sebanyak 18 lembar, 2 lembar pecahan 10 ribu dan 3 lembar pecahan 5 ribu.

Bambang mengaku, dari tahun ke tahun angka temuan uang palsu semakin menurun. Secara nasional, pada 2016 lalu berada diestimasi 21 lembar per 1 juta lembar lalu turun menjadi 13 lembar per 1 juta lembar dan di 2017 menjadi 8 lembar per 1 juta lembar.

“Kalau di Sulsel kita belum lihat angkanya. Tapi di Desember juga mengalami penurunan,” akunya.

Uang palsu sendiri masih bisa dideteksi secara manual dengan cara 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Fitur pengamanannya berupa benang pengaman, hologram, tanda air, dan tulisan mikro merupakan ciri keaslian yang sulit dipalsukan.

Sementara itu, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono menuturkan kerjasama lintas instansi ini sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, terutama terkait peredaran uang palsu.

Ia mengimbau, agar masyarakat tetap jeli jika menggunakan uang kartal untuk mempersempit peredaran uang palsu. Terlebih jelang Pilkada yang diindikasi bisa dijadikan sebagai peluang oknum tidak bertanggungjawab menyebar uang palsu. (**)