Pembangunan Makassar New Port Ditarget Rampung Oktober 2018

PT Pelindo IV menargetkan pembangunan Makassar New Port (MNP) akan rampung pada Oktober tahun ini.

PT Pelindo IV menargetkan pembangunan Makassar New Port (MNP) akan rampung pada Oktober tahun ini.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – PT Pelindo IV menargetkan pembangunan Makassar New Port (MNP) akan rampung pada Oktober tahun ini. Sehingga pembangunan salah satu mega proyek di Sulawesi Selatan ini bisa diselesaikan sesuai yang direncanakan, tahun depan dapat dioperasikan secara optimal.

Direktur PT Pelindo IV, Doso Agung mengatakan, hingga 24 Januari 2018, total kontruksi fisik atau realisasi agregat dari proyek MNP tahap I telah mencapai 59,65 persen. Terdiri dari, progress di tahap I A yang pembangunannya dimulai 3 Juni 2015 telah mencapai 60,20 %.

Advertisment

“Sedangkan Tahap I B yang pembangunannya dimulai 5 September 2016 sudah mencapai 63,69 dan tahap I C yang mulai dibangun 30 September 2016 progressnya telah mencapai 39,62%,” urai Doso Agung.

Direktur Fasilitas dan Peralatan Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang menambahkan, bahwa pihaknya optimis pembangunan MNP akan rampung sesuai target yang telah dipatok. Dia menyebutkan, saat ini untuk paket A sedang dilakukan reklamasi untuk dermaga, fabrikasi tulangan struktur secant pile dan bore pile dermaga dan pekerjaan secant pile dan bore pile.

Di paket B, pekerjaan yang dilakukan yaitu reklamasi area container yard, pekerjaan soil replacement area causeway, pekerjaan revetment dan pengecoran saluran precast.

“Sementara di paket C sedang dilakukan produksi core 1-5 Kg, produksi underlayer 5-10 kg, pemasangan core breakwater 1-5 kg dan pemasangab toe protection breakwater 100-160 kg,” sebut Farid.

Disebutkan pembangunan MNP terbagi dalam beberapa tahapan utama, dimana untuk tahap I terdiri dari tiga paket pengerjaan paket A, B, dan C.

“Secara terperinci pengerjaan paket A meliputi pembangunan akses jalan, dermaga dan lapangan penumpukan petikemas yang akan memiliki kapasitas terpasang mencapi 1,5 juta twenty-foot equivalent unit (TEUS),” lanjut Farid.

Sementara itu, kegiatan untuk paket B mencakup reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare, causeway kurang lebih 1.276 meter, lapangan peti kemas sekitar lebih 16 hektare dan pengerukan kolam pelabuhan 16,0 mean low water springs.

Sedangkan kegiatan untuk paket C berupa pembangunan breakwater sepanjang 1.310 meter. Adapun, kebutuhan investasi setiap paket untuk tahap I ini yakni, paket A menyerap anggarab sebesar Rp 326 miliar, paket B sebesar Rp 1,06 Triliun dan untuk paket C mencapai Rp 228 Miliar. Hingga Desember 2017, penyerapan anggarannya sudah mencapai 40% atau Rp600 miliar.

“Penyerapan anggaran itu, saat realisasi pembangunan fisik MNP mencapai 55,96%,” sebutnya. (**)