Total Aset Perbankan di Sulsel Tumbuh 7,21 Persen

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi memaparkan perkembangan terkini kinerja industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan yang kembali mencatatkan pertumbuhan dengan tingkat risiko yang terkendali pada tahun 2017.

Dimana total aset perbakan di Sulawesi Selatan tahun 2017 tumbuh 7,21 persen dengan nominal mencapai Rp 142,08 Triliun.

Advertisment

Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 6,05 persen menjadi Rp.93,29 Triliun, sedangkan penyaluran kredit tumbuh 9,38 persen dengan nominal Rp.118,09 Triliun.

“Kinerja intermediasi perbankan di Sulsel juga tercatat terjaga pada level yang tinggi dengan indikator Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 125,64 persen, lebih tinggi dari LDR perbankan secara nasional 89,56 persen,”jelas Zulmi disela-sela pertemuan tahunan industri Jasa Keuangan Sulawesi Selatan 2018 di kantor OJK Regional 6 Sulampua Jalan Sultan Hasanuddin.

Industri pasar modal di Sulsel juga tumbuh signifikan. Jumlah investor saham mencapai 8.867 investor, tumbuh 18,65 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp.6,95 Triliun.

“Tahun 2018 akan dilanjutkan upaya koordinasi untuk untuk mendorong penerbitan obligasi daerah pemerintah provinsi Sulsel. Disamping itu, resiko kredit tetap terkendali dengan rasio NPL gross sebesar 3,40 persen masih di bawah ambang batas 5 persen,”pungkasnya.  (**)