PATUH Diminta Mengawasi Travel Umrah

ilustrasi. (foto: ist)

ilustrasi. (foto: ist)

JAKARTA, DJOURNALIST.com
Perhimpunan Asosiasi Travel Umrah dan Haji Khusus (PATUH) diminta ikut bertanggungjawab dan harus mengawasi maraknya penipuan yang dilakukan salah satu travel umrah.

“Saat ini banyak sekali saudara-saudara kita yang sudah membayar untuk berangkat umrah maupun haji, namun malah terbengkalai karena biro perjalanannya tidak beres. Saya minta PATUH ikut bertanggungjawab. Terutama dalam mengawasi para angotanya. Selain dari segi hukum yang dijalankan oleh pihak kepolisian, pemberian sanksi juga perlu dilakukan oleh asosiasi,” pinta Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI.

Advertisment

Menanggapi hal tersebut, PATUH berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap para anggotanya. PATUH juga tidak ingin masyarakat menjadi korban, terlebih perjalanan umrah dan haji merupakan perjalanan ibadah, bukan semata perjalanan wisata.

Karena itu, PATUH juga mengusulkan agar dalam RUU Penyelenggaraan Umrah dan Haji (RUU PUH), izin Penyelenggara Ibadah Haji Khusus didaftar ulang setiap tahun agar dapat memudahkan kontrol dan pengendalian.

PATUH juga menyoroti tentang daftar tunggu haji khusus semakin tahun semakin lama. Sampai saat ini sudah tujuh tahun, sementara izin haji hanya tiga tahun. Sehingga terjadi ketidakpastian status jamaah jika izin penyelenggara ibadah haji khusus yang didapatnya sudah habis jauh sebelum tahun keberangkatan.

PATUH terdiri dari empat asosiasi penyelenggara umrah dan haji khusus yang telah diakui oleh Kementerian Agama, antara lain Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan dan Inbound Indonesia (Asphurindo), dan Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri). (**)