Pusat Logistik Berikat Beroperasi Juni 2018 di Makassar

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo IV) Cabang Terminal Petikemas (TPM) tengah mempersiapkan kawasan Pusat Logistik Berikat (PLB) di Makassar.

Kawasan yang nantinya dijadikan pusat penyimpaman seluruh komoditas baik ekspor atau import ini ditargetkan mulai beroperasi Juni mendatang.

Advertisment

Turut digandeng sejumlah pihak antara lain PT Angkasa Pura Logistik, PT Pelabuhan Indonesia IV, PT Sumisho Global Logistic Indonesia, PT Kawasan Industri Makassar (Kima) dan ALFI/ILFA.

General Manager PT Pelindo IV Cabang Terminal Petikemas Makassar (TPM),
Yosef Benny Rohy menyebutkan secara teknis barang-barang yang akan masuk ke area PLB nantinya tidak akan dikenakan bea masuk.

Pengenaan biaya bea masuk barang hanya dikenakan ketika barang tersebut keluar dari area PLB sehingga meringankan import dan eksportir.

” Lalu bila barang impor tersebut menglami kerusakan selama di PLB makan akan dikembalikan dan tidak dikenakan bea ekspor,” sebut Yosef ditemui di Hotel Singasana Makassar, 29 Maret 2018.

Nantinya PLB juga berfungsi memperlancar arus barang baik dari hulu ke hilir dan terkoneksi secara sistematis secara keseluruhan selama 24 jam.

Menurut Yosef, PLB akan dibangun di dalam pelabuhan gudang 104, 105 dan CFS yang diperkirakan luasnya mencapai 10.000M2.

” Kami berharap semua perizinan selesai Juni 2018 dan dapat segera dioperasikan,”harap Yosef.

Lebih jauh Yosef menjelaskan, untuk tahap awal, PLB di Makassar akan memiliki daya tampung sekitar 10.000 ton dan atau 20.000 m3 dengan luas lahan 10.000M2, kedepan akan terus dikembangkan.

Dengan kehadiran PLB di Makassar, Yosef meyakini akan mampu membuat kinerja ekspor dan impor bisa lebih menggeliat.
Tidak kalah penting, biaya logistik yang selama tujuh tahun tak pernah mengalami kenaikan dan paling terkecil diantara seluruh pelabuhan.

Dengan begitu, iklim investasi di Indonesia, khususnya di Kawasan Timur Indonesia akan jauh lebih baik lagi.

” Biaya logistik kita terkecil dari seluruh pelabuhan cuma Rp625 ribu per kontainer, “tutup Yosef. (**)