YBM PLN Sulselbar Salurkan Bantuan Biaya Penyambungan Listrik 115 Rumah Dhuafa

JENEPONTO, DJOURNALIST.com – PLN wilayah Sulselbar menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan biaya penyambungan listrik kepada 115 rumah dhuafa di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Takalar, Kamis 19 April 2018.

Penyerahan bantuan biaya penyambungan listrik berdaya 900 VA ini dilaksanakan secara simbolis oleh General Manager PLN Wilayah Sulselrabar, Bambang Yusuf bersama Ketua YBM PLN Wilayah Sulselrabar, Muhammad Akbar kepada masyarakat Takalar dan Jeneponto.

Advertisment

Perwakilan warga menerima secara simbolis bantuan tersebut yaitu Salihudin warga Desa Borongtala Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto dan Daeng Bamba warga Dusun Ujunglawu Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar.

“Saya bersyukur atas bantuan biaya penyambungan yang diberikan, semoga hal ini dapat bermanfaat bagi kehidupan saya dan keluarga sehari-hari,” ucapnya.

Pada saat penyalaan simbolis Bambang Yusuf menyampaikan Zakat Profesi atau penghasilan tiap bulan yang dikeluarkan sebesar 2,5% wajib untuk dikeluarkan dan disalurkan kepada yang berhak mendapatkannya.

“Penyaluran zakat dalam bentuk bantuan biaya penyambungan tidak hanya dilihat dari segi bantuan semata tetapi juga melihat dari sisi peningkatan ekonomi masyarakat,” tutur Bambang Yusuf.

Dalam kesempatan berbeda, YBM PLN Wilayah Sulselrabar juga memberikan bantuan zakat kepada 5 keluarga kaum dhuafa di kabupaten Bantaeng serta Imam dan Marbot Masjid Kabupaten Jeneponto.

Pada kesempatan tersebut Muhammad Akbar menuturkan YBM PLN merupakan lembaga zakat dari pegawai PLN yang nantinya akan disalurkan untuk membantu kaum dhuafa seperti bantuan penyambungan listrik, bantuan ambulance, dan sembako.

Perlu diketahui, YBM PLN merupakan lembaga amil zakat, infak, dan sedekah yang mengelola zakat, infak, dan sedekab pegawai PLN yang beragama Islam untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

“Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat utamanya dalam hal perkembangan ekonomi,” tandasnya. (rilis)