KPPU Makassar Sebut Kenaikan Sejumlah Komoditas Masih Batas Normal

forum jurnalis yang dirangkaikan dengan pengenalan Ketua KPPU RI Periode 2018 - 2023 dan Fokus Pengawasan KPPU, bertempat di Ruang Aula Utama Gedung Keuangan Negara (GKN) ll lt. 6, Kamis 24 Mei 2018.

forum jurnalis yang dirangkaikan dengan pengenalan Ketua KPPU RI Periode 2018 - 2023 dan Fokus Pengawasan KPPU, bertempat di Ruang Aula Utama Gedung Keuangan Negara (GKN) ll lt. 6, Kamis 24 Mei 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Perwakilan Daerah Kota Makassar menggelar kegiatan forum jurnalis yang dirangkaikan dengan pengenalan Ketua KPPU RI Periode 2018 – 2023 dan Fokus Pengawasan KPPU, bertempat di Ruang Aula Utama Gedung Keuangan Negara (GKN) ll lt. 6, Kamis 24 Mei 2018.

Ketua KPPU RI, Kurnia Toha dalam pemaparannya menjelaskan, pihaknya telah bekerjasama dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga pangan pada bulan Ramadan dan menjelang lebaran Idul Fitri mendatang.

Advertisment

“Kita kerjasama dengan instansi-instansi terkait termasuk kementerian perdagangan, kementerian pertanian, kepolisian, bulog, untuk menjalankan sesuai dengan fungsinya masing-masing,” kata Kurnia Toha.

Ia mengatakan, jika terjadi kenaikan harga, tugas KPPU melihat apakah karena faktor kurangnya stok, produksi barang kurang, ada penimbunan atau kartel.

“Misalnya ada penahanan dari produksi karena ada kartel atau kalo ada kenaikan harga karena adanya kesepakatan pelaku usaha. Jika itu yg terjadi, barulah KPPU mengambil tindakan. Sementara jika kekurangan stok, itu tugas dari bulog dan kementerian terkait,”tuturnya.

Jelang lebaran, lanjut Kurnia Toha, ada beberapa komoditas pangan yang sudah naik seperti beras, bawang, ayam, telur ayam, dan daging.

“Dari pantauan kami selama ini kenaikan ini masih dalam takaran normal, belum ada indikasi adanya pelanggaran terhadap hukum persaingan usaha tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPPU Makassar, Aru Armando KPPU mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait lainnya akan melakukan pengawasan.

“Kemarin kita sudah melakukan sidak sehari sebelum puasa bersama tim satgas, kedepan akan kita lakukan lagi,” ujarnya.

Untuk wilayah Makassar sendiri, Aru mengatakan kenaikannya berkisar antara 5000-10.000 per produk.

“Misalnya ayam kan ada per ekornya, besaran 1,2 kg, 1,6 kg, 2 kg sampai 3kg. Itu kenaikannya bisa 5-10ribu. Termasuk juga telur ayam. Biasa rata-rata harganya Rp38ribu per rak, sekarang sudah di angka Rp42-45ribu per rak. Demikian juga cabai merah sudah di angka Rp45-50ribu padahal rata-ratakan di angka Rp32-35ribu. Jadi memang tiga komoditas ini yang kenaikannya cukup lumayan, antara 5-10ribu,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan untuk stok pangan selama bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri masih terbilang aman.

“Sejauh ini informasi dari kementerian stok aman untuk bulan puasa dan lebaran,” tukasnya. (**)