Bank Indonesia Minta Masyarakat Tidak Panik Soal Nilai Tukar Rupiah

Desiminasi laporan perekonomian Indonesia 2018 di Novotel Makassar.

Desiminasi laporan perekonomian Indonesia 2018 di Novotel Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kepala Bank Indonesia (BI) Sulsel,  Bambang Kusmiarso, meminta masyarakat tidak panik dalam melihat perkembangan ekonomi nasional yang dipengaruhi oleh ekonomi global sehingga nilai tukar rupiah terhadap Dollar melemah.

“Fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat, cadangan devisa juga kuat. Bukan rupiah melemah terhadap Dollar tapi perekonomian amerika sedang tumbuh baik hingga menekan ekonomi global khususnya negara-negara berkembang,” ungkap Bambang saat menggelar desiminasi laporan perekonomian Indonesia 2018.

Advertisment

Pemaparan laporan dan diskusi ini digelar di Novotel Makassar Grand Shayla, Kamis 7 Juni 2018.

Laporan ini dipaparkan langsung  Bambang didampingi jajaran deputi, serta menghadirkan pengamat ekonomi, Marzuki Dea. Akademisi, stakholder pengusaha dan media.

Desiminasi ini merupakan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) tambahan pada Mei 2018, atas peningkatan tantangan dan dinamika perekonomian global, khususnya terjadi proses global liquidity balancing.

Bagi Marzuki DEA, masalah bangsa ini secara ekonomi bukan sekedar persoalan nilai tukar rupiah tapi juga persoalan distribusi kekayaan pendapatan ke masyarakat bawah.

“Kita melihat daerah-daerah yang menghasilkan tambang yang menyokong PAD tapi masyarakat yang miskin semakin banyak,” ujar guru besar Ekonomi Unhas.(**)