Triwulan II 2018, Ekonomi Sulsel Tumbuh 7,38 Persen

Ilustrasi.

Ilustrasi.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis, Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan II-2018 tumbuh 7,38 persen (yoy).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi
dicapai Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 14,26 persen.

Advertisment

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 21,72 persen.

Sehingga Ekonomi Sulsel Triwulan II-2018 meningkat terhadap triwulan sebelumnya sebesar 5,91 persen (q-to- q).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang tumbuh 11,51 persen.

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai Komponen Pengeluaran Pemerintah yang tumbuh sebesar 55,90% persen.

Sementara itu, Ekonomi Sulsel untuk semester II-2018 (c-to-c) tumbuh 7,38 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 14,29 persen.

Di sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 22,12 persen.

” Ekonomi Sulsel triwulan II-2018 dibanding triwulan II-2017 (y-on-y) tumbuh 7,38 persen. Pertumbuhan didukung oleh hampir semua lapangan usaha kecuali Industri Pengolahan yang mengalami penurunan sebesar 1,22 persen,”kata Didik Nursetyohadi, Kabid Neraca Wilayah Dan Analisis Statistik BPS di Kantornya, Selasa 7 Agustus 2018.

Didik menyebutkan, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 14,26 persen, diikuti oleh Transportasi dan Pergudangan sebesar 13,99 persen dan Perdagangan Besar dan Eceran Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 13,79 persen.

” Struktur PDRB Sulawesi Selatan menurut Lapangan Usaha atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2018 tidak menunjukkan perubahan yang berarti,”lanjut Didik

Pasalnya, Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Industri Pengolahan, Perdagangan Besar-Eceran seperti Reparasi Mobil-Sepeda Motor dan lapangan usaha Konstruksi masih mendominasi PDRB Sulsel.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Sulsel Triwulan II-2018, Perdagangan Besar dan Eceran seperti Reparasi Mobil dan Sepeda Motor memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,02 persen, diikuti Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 1,66 persen. Konstruksi sebesar 0,75 persen serta Informasi dan Komunikasi sebesar 0,58 persen.

Sementara Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2018 terhadap Triwulan I-2018 (q-to-q) Ekonomi Sulawesi Selatan triwulan II-2018 terhadap triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sebesar 5,91 persen.

Adanya Bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri mendorong pertumbuhan lapangan usaha seperti Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor,  serta Transportasi dan Pergudangan.

Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan tumbuh sebesar 10,77 persen yang disebabkan oleh adanya panen padi dan palawija, meskipun di beberapa daerah panen raya telah berlangsung pada triwulan sebelumnya.

Selain itu, pertumbuhan Perkebunan karena adanya panen kopi, kakao dan sawit juga cukup signifikan juga mendorong pertumbuhan pada lapangan usaha ini.

Di samping itu, adanya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk ASN juga ikut berkontribusi positif pada pertumbuhan pada lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib.

Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali Industri Pengolahan yang mengalami penurunan sebesar 2,72 persen.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 11,50 persen, diikuti oleh Pertanian,Kehutanan, dan Perikanan sebesar 10,77 persen,  Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 8,80 persen,  dan Transportasi dan Pergudangan sebesar 6,62 persen. (**)