PLN Jadikan Pelabuhan Untia Green Port, Didukung Layanan Premium dan SPLU

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia dan PLN Area Makassar Utara bersinergi mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung potensi yang dimiliki PPN Untia.

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia dan PLN Area Makassar Utara bersinergi mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung potensi yang dimiliki PPN Untia.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah yang potensial dijadikan pengembangan potensi pasar perikanan, baik dikonsumsi dalam negeri maupun untuk ekspor.

Melihat hal tersebut Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia dan PLN Area Makassar Utara bersinergi mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan guna mendukung potensi yang dimiliki PPN Untia.

Advertisment

Sinergi PPN Untia Makassar dan PLN Makassar Utara diwujudkan dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama penyediaan tenaga listrik dalam rangka mendukung kegiatan operasional di Pelabuhan Perikanan Untia.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pelabuhan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Frits P Lesnussa dan General Manager PLN Wilayah Sulselrabar yang diwakilkan oleh Manajer Niaga dan Pelayanan Pelanggan Sudirman.

Kerjasama kedua belah pihak ini meliputi penyediaan lahan dan pembangungan instalasi jaringan dan gardu serta Stasiun Penyediaan Listrik Umum (SPLU) 3 Phs dan 1 Phs di Kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara.

Menurut Frits P Lesnussa PLN, pemenuhan layanan listrik premium di Kawasan PPN Untia dilakukan karena dalam waktu dekat akan bergabung 17 perusahaan yang bergerak dalam industri perikanan dan pergudangan di PPN Untia.

Terlebih lagi ada SPLU 3 Phs maupun 1 Phs yang mendukung Green Port yang melayani Coldstorage Container dan kapal sandar untuk perusahaan maupun nelayan-nelayan kecil penangkap ikan.

Setelah penandatangan PKS tersebut dilanjutkan peresmian SPLU 3 Phs pertama di Indonesia yang ditandai dengan pengisian token perdana yang dilakukan oleh Frits P Lesnussa bersama PLN.

SPLU tersebut difungsikan untuk pengoperasian 4 unit cold storage container (masing-masing membutuhkan daya 11 kVA) yang sebelumnya menggunakan genset.

“Kami memberikan apresiasi kepada PLN atas pelayanannya yang cepat dan selain itu para pelaku usaha perikanan dapat menghemat biaya produksi sebesar 50% setelah beralih dari penggunaan genset ke listrik PLN, ” pungkas Fritz.

Manajer PLN Area Makassar Utara Hariyadi menjelaskan, bahwa sangat mudah untuk menggunakan SPLU 3 phs tersebut.

“Konsumen cukup membeli token listrik setelah itu tinggal menginput di SPLU seperti di meteran rumah biasa untuk kemudian dapat langsung bisa digunakan,” tambah Hariyadi.

Dalam kesempatan yang sama Sudirman menyatakan bahwa PLN siap kapanpun dan dimana pun untuk penyediaan layanan tenaga listrik dalam mendukung pengembangan potensi perikanan di Sulawesi Selatan.

Kedepannya dengan adanya kerjasama tersebut dapat memajukan roda ekonomi khususnya di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu jangan ragu berinvestasi karena PLN siap melayani kapanpun, berapapun, dan dimanapun. (Rilis)