Bank Muamalat Bukukan Peningkatan Laba Bersih 246,26 Persen

JAKARTA, DJOURNALIST.com – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat laba bersih setelah pajak senilai Rp103,74 miliar pada semester I 2018 atau tumbuh 246,26% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp29,96 miliar.

Sementara itu, laba operasional perseroan juga mengalami kenaikan sebesar 152,02 % (yoy) dari Rp61,83 miliar pada semester I 2017 menjadi Rp155,83 miliar pada semester I 2018.

Advertisment

Peningkatan ini ditopang salah satunya oleh pendapatan penyaluran dana murabaha senilai Rp838,57 miliar atau tumbuh 33,42% secara year on year.

Pendapatan berbasis komisi atau fee based income (FBI) terutama dari penjualan surat berharga juga berkontribusi signifikan pada kenaikan laba operasional bank.

Pertumbuhan positif tersebut membuat rasio laba terhadap aset atau Return On Assets (ROA) perseroan meningkat dari 0,15% pada Juni 2017 menjadi 0,49% pada Juni 2018 atau naik sebesar 0,34%.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, dengan kinerja positif ini dirinya optimistis kinerja akan semakin positif.

“Kami akan terus berupaya agar prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan supaya ekspansi bisnis semakin bertumbuh,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu 15 Agustus 2018.

Adapun, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) membaik. Rasio NPF gross per semester I 2018 tercatat sebesar 1,65% dari 4,95% pada semester I 2017 dan NPF net menjadi sebesar 0,88% dari 3,74% pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara Rasio penyediaan modal minimum atau capital adequacy ratio CAR tercatat sebesar 15,92% atau meningkat 2,98% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 12,94%.

Rasio kinerja yang positif tersebut juga membuat likuiditas perseroan tetap terjaga dengan baik dengan financing to deposit ratio (FDR) Bank Muamalat per Juni 2018 tercatat sebesar 84,37%. Pada periode yang sama tahun lalu, rasio FDR tercatat sebesar 89%.

Fungsi intermediasi dari segi pembiayaan tercatat tumbuh sebesar 2,08% secara year on year pada semester I 2018 menjadi Rp41,5 triliun dari Rp40,65 pada periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian penghimpunan dana pihak ketiga mengalami penurunan 3,95% secara year on year menjadi sebesar Rp43,72 triliun pada semester I/2018 dari Rp45,35 triliun.

Total aset Bank Muamalat pada semester I/2018 tercatat sebesar Rp55,20 triliun atau turun sekitar 5,8%. (**)