Strategi BI dan Pemerintah Majukan Ekonomi Sulsel

PJ Gubernur Sulsel DR Sumarsono (kiri) didampingi Kepala BI Sulsel, Bambang Kusmiarso.

PJ Gubernur Sulsel DR Sumarsono (kiri) didampingi Kepala BI Sulsel, Bambang Kusmiarso.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bank Indonesia (BI) Sulsel bersama pemerintah Sulsel melakukan pertemuan terkait perkembangan perekonomian Sulsel saat ini dan sejumlah strategi tidak lanjut mengawal perekonomian kedepannya, di Lantai 3 Gedung BI, Kamis 30 Agustus 2018.

Hasilnya, ekonomi Sulsel masih tumbuh stabil. Terutama di triwulan II 2018 sebesar 7,38% (yoy) dari yang sebelumnnya hanya 7,37%.

Advertisment

” Ekonomi kita terus meningkat, pertumbuhan Sulsel tertinggi ke-4 dari 34 provinsi,” sebut PJ Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono.

Tidak hanya perekonomian kita lanjut Sumarsono, inflasi Sulsel pun relatif terkendali terutama selama periode Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

” Inflasi triwulan II 2018 tercatat 4,13% lebih rendah dari rata-rata 3 tahun terakhir 5,52% (yoy),”sebut Soni.

Secara khusus, Gubernur Soni Sumarsono pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah Sulsel dengan berbagai upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan dan mengucapkan selama kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID ) Makassar sebagai TPID terbaik 2017 tingkat Kabupaten/Kota yang diberikan oleh Presiden RI pada Forum Tim Pengendalian Inflasi Nasional.

Sementara itu, Kepala BI Sulsel Bambang Kusmiarso menuturkan, untuk mengawal perekonomian Sulsel sejumlah kebijakan akan dilakukan BI dan Pemerintah antara lain, penyelesaian infrastruktur tepat waktu sesuai target yang ditentukan.

Kedua lanjutnya, mendorong pengembangan ekonomi berbasis pariwisata ( wisata alam, bahari dan budaya) untuk meningkatkan penerimaan devisa di Sulsel.

Hal ini bisa ditingkatkan melalui 4A ( Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ancillary/tambahan kenyamanan).

” Kita juga akan dorong ekonomi syariah dan ekonomi digital di Sulsel. Seperti, pengembangan finance, makanan, fashion, wirausaha dan pendidikan/pesantren,”lanjut Bambang.

Tidak hanya itu kata Bambang, beberapa kebijakan menjaga inflasi hingga akhir 2018 juga telah disiapkan seperti, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga hingga komunikasi menjaga ekspektasi. (**)