BMI Sulampua Perluas Inklusi Tabungan Haji dan Umroh Sejak Dini

Region Head BMI Regional Sulampua, Ahmad S. Ilham.

Region Head BMI Regional Sulampua, Ahmad S. Ilham.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bank Muamalat Indonesia (BMI) semakin aktif berkolaborasi dengan institusi pendidikan di Sulampua untuk mendorong inklusi keuangan syariah pada sisi pemanfaatan produk tabungan haji dan umroh yang disediakan perseroan.

Region Head BMI Regional Sulampua, Ahmad S. Ilham mengatakan, langkah tersebut dijadikan bentuk manifestasi dari upaya lebih mengoptimalkan keberadaan BMI dalam memberikan manfaat bagi khalayak terkhsus pada sisi fasilitasi ibadah haji maupun umroh.

Advertisment

Sejauh ini, lanjut dia, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah institusi pendidikan swasta yang memiliki basis islami seperti Kalla Group, Muhammadiyah, Hidyatullah serta Wahdah Islamiyah di Sulampua.

Kolaborasi dengan institusi pendidikan diharapkan bisa membangun ekosistem yang memiliki perencanaan sejak dini dalam hal ibadah haji dan umroh dengan pemanfaatan produk tabungan berbasis syariah.

“Kami sangat fokus ke sekolah [institusi pendidikan], namun juga simultan kerjasama dengan instansi lainnya berbagai bidang. Saat ini, kami melakukan kerjasama dgn ratusan institusi pendidikan di Sulampua,” ujarnya.

Pria sederhana yang kerap disapa Ilo’ ini menjelaskan, serangkaian langkah tersebut menjadi keberlanjutan dari program berhaji sejak dini Muamalat yang dicanangkan bersama dengan BPKH beberapa waktu lalu.

Khusus di Regional Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua), program tersebut diluncurkan semester pertama 2018 lalu dengan pelibatan Sekolah Islam Athirah, salah satu institusi pendidikan yang berada dalam naungan Kalla Group.

Dari sisi bisnis, produk tabungan haji dan umroh diproyeksikan mampu menjadi penopang utama penghimpunan DPK perseroan di Sulampua seiring dengan potensi pasar yang sangat besar.

Dia mencontohkan, daftar tunggu haji di Sulsel bahkan sudah mencapai 30 tahun sehingga perencanaan melalui tabungan sejak dini menjadi alternatif paling memungkinkan merealisasikan ibadah sakral tersebut.

“Tidak hanya Sulsel, tetapi seluruh daerah di region kami itu memiliki pula potensi yang sangat besar, animo masyarakat sangat tinggi untuk berhaji. Dari sisi DPK tentu saja juga sangat besar,” papar Ilham.

Adapun besaran setoran awal lanjut Ilham, untuk pembukaan rekening tabungan haji dan umrah dari Muamalat itu hanya Rp100.000, kemudian jika nasabah ingin mendapatkan kuota maka dipersyaratkan menyetor dana sebesar Rp25 juta.

Selanjutntya untuk umroh sendiri, setoran awal sebesar Rp100.000 sedangkan untuk mendapatkan jatah kursi pemberangkatan bakal disesuaikan dengan tarif yang dipersyaratkan perusahaan travel haji dan umrah dengan mengacu pada ketetapan regulator.

Selain itu, keuntungan bagi nasabah memiliki kartu debit Bank Muamalat adalah memungkinkan memanfaatkannya bertransaksi saat menunaikan ibadah di Tanah Suci. (**)