Harga Cabe dan Bawang Merah Turun, Agustus, Sulsel Deflasi 0,10 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis Agustus, Sulawesi Selatan mengalami deflasi 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,16.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis Agustus, Sulawesi Selatan mengalami deflasi 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,16.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis Agustus, Sulawesi Selatan mengalami deflasi 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,16.

Deflasi yang terjadi disebabkan turunnya harga pada dua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan turunnya indeks harga konsumen pada kelompok bahan makanan sebesar 0,98%, dan kelompok sandang sebesar 0,20 %.

Advertisment

Sedangkan lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan harga yaitu, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,49%, kelompok kesehatan 0,19%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,16%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,16% dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,13%.

Adapun beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga tertinggi pada Agustus 2018 antara lain, cabe rawit, bawang merah, kangkung, ikan kembung, asam, ikan cakalang, cabe merah, telur ayam ras, emas perhiasan dan beras.

Sementara komoditas yang mengalami peningkatan harga adalah, angkutan udara, tomat sayur, tomat buah, ikan bandeng, seng, upah pembantu rumah tangga, bayam, rokok putih, biaya jaringan saluran tv dan tukang bukan mandor.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah menyebutkan, dari 5 Kota IHK di Sulsel, empat kota yaitu Bulukumba, Palopo, Watampone dan Makassar mengalami deflasi.

” Deflasi tertinggi terjadi di Kota Palopo sebesar 0,29 persen dengan IHK sebesar 134,00 dan defelasi terendah terjadi di Watampone sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 132,90. Sementara inflasi terjadi di Pare-pare sebesar 0,05 persen dengan IHK 129,45,”sebut Yos di kantornya, Senin 3 September 2018. (**)