Bahan Makanan Picu Deflasi di Sulsel

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan kembali merilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) / Inflasi Sulawesi Selatan Bulan September 2018 di kantor BPS Sulsel Jalan Haji Bau, Senin 1 September 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan kembali merilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) / Inflasi Sulawesi Selatan Bulan September 2018 di kantor BPS Sulsel Jalan Haji Bau, Senin 1 September 2018.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan kembali merilis Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) / Inflasi Sulawesi Selatan Bulan September 2018 di kantor BPS Sulsel Jalan Haji Bau, Senin 1 September 2018.

Tercatat pada September 2018, Sulsel mengalami deflasi 0,86 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 134,00.

Advertisment

5 kota IHK di Sulsel mengalami Deflasi yakni Bulukumba, Palopo, Watanpone, Pare-pare dan Makassar. Dengan deflasi tertinggi terjadi di kota Pare-Pare sebesar 1,59 persen dengan IHK 127,39 persen.

“Deflasi terendah terjadi di Kota Bulukumba sebesar 0,38 persen dengan IHK sebesar 140,66,”terang Akmal, Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel.

Akmal menjelaskan, deflasi Sulsel di bulan September lebih dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan dengan deflasi 3,07 persen kemudian disusul oleh kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan itu deflasi 0,72 persen.

“Sementara lima kelompok lainnya mengalami inflasi. Dan inflasi tertinggi itu kelompok sandang dimana kita tahu disitu ada emas dan perhiasan,”jelasnya.

Laju inflasi tahun kalender September 2018 Sulawesi Selatan sebesar 2,06 persen dan laju inflasi year on year (September 2018 terhadap September 2017) sebesar 3,09 persen. (**)