Pola Belanja Online Picu Volume Pengiriman Meningkat 30 Persen

Kantor JNE di Jalan Raya Pendidikan Makassar saat melayani coustemer. (Foto:ist)

Kantor JNE di Jalan Raya Pendidikan Makassar saat melayani coustemer. (Foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia tercatat 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telpon pintar di Indonesia.

Tingginya pengguna internet di Indonesia bukan hanya membuat akses informasi dan Komunikasi yang semakin luas jangkauannya , tetapi juga membuka peluang ekonomi baru seperti bisnis online.

Advertisment

Masih berdasarkan data yang sama, bisnis online di Indonesia mencatat grafik keuntungan yang bisa dikeruk mencapai USD12 Miliar. Besarnya nilai itu di Indonesia berpeluang besar menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia tahun 2020 nanti.

Bila melihat peta pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebagai barometer peluang berkembangnya bisnis online maka kota Makassar menjadi salah satu yang daerah yang menarik.

Betapa tidak, secara statistik Sulawesi Selatan, telah mengalami pertumbuhan sebesar 7,2 persen dan paling signifikan disumbangkan dari Makassar sebesar 5,4 persen.

/JNE Tangkap Peluang/
Menangkap peluang bisnis ini, PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) sebagai perusahaan jasa kurir Ekspres dan logistik yang telah menjalankan bisnisnya selama hampir 28 tahun siap mendukung potensi dan peluang bisnis online yang sedang menjadi tren.

Tren gaya belanja online yang digandrungi masyarakat saat ini akan membawa angin segar bagi perusahaan jasa pengiriman barang seperti JNE.

” Trend pengiriman barang sudah berubah, kalau di tahun 2010 an orang-orang hanya terbiasa mengirim barang-barang kecil seperti buku dan makanan, sekarang sebagian besar pengiriman dari bisnis online, bahkan kita pernah kirim lemari dan jenazah,” kata Head Of Marketing Communication Division JNE, Mayland Hendar Prasetyo saat diwawancara beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pergeseran pola belanja masyarakat dari konvensional ke belanja online atau e-commerce juga memicu volume pengiriman meningkat 20-30 persen per tahunnya.

” Sebagai perusahaan kurir ekspres dan logistik kita selalu siap mendukung potensi dan peluang dari bisnis online yang sedang tren saat ini,” papar Mayland.

Mayland mengaku pengiriman barang setiap bulannya mencapai 19-20 juta pengiriman.

Hal itu tidak terlepas dari komitmen JNE terus memberikan pelayanan terbaik, melakukan inovasi produk baru di berbagai sektor, seperti infrastruktur, teknologi dan informasi serta SDM.

/Pola Belanja Konvensional Ke e-Commerce/

Sementara Direktur E-Business Kominfo Azhar Hasyim, menambahkan, potensi bisnis online, baik online shop, marketplace maupun e-commerce saat ini sudah tidak bisa dipandang sebelah mata.

” Bisnis online di Indonesia memiliki nilai bisnis mencapai USD 12 Miliar, berpeluang besar menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia tahun 2020 nanti,”sebut Azhar kepada penulis.

/Pengusaha Milineal Pengguna e-Commerce/

Hal ini jugalah yang dirasakan Owner Baye, Devina Dewilarasati dan Dinda Manao.

Dua generasi milineal ini menilai bisnis online sangat menjanjikan di masa akan datang.

Sebagai pengusaha baru di industri fashion sejak April 2018, mereka sudah meraih pangsa pasar yang cukup besar, bagaimana tidak baru saja diluncurkan, koleksi baju Baye sudah langsung sold out.

Mereka mengaku koleksi-koleksi busana casual nan elegan seperti Iris Blue, busana outer yang dipadupadankan dengan celana yang mereka buat dipasarkan di seluruh Indonesia melalui media sosial istagram.

Keduanya pun mengaku mempercayakan pengiriman barangnya melalui jasa kurir JNE yang dinilai bonafit dan profesional.

” Untuk pengiriman barang memang kami selalu menggunakan jasa JNE, selain lokasi JNE mudah ditemukan, pengiriman barang dari JNE tidak pernah mengecewakan, box kami selalu rapi dan tidak ada cacat sedikitpun saat sampai di tangan konsumen,”ujar kedua pemilik brand Baye Official kepada penulis.

Sementara Kepala Cabang JNE Makassar Andrey Laogi merinci, outlet JNE kini mencapai 171 outlet untuk wilayah Kantor Cabang Makassar, 59 diantaranya berada di Makassar.

“Makassar berkontribusi terbesar sampai 60% dari frekuensi pengiriman,” ujarnya.

Menurutnya JNE terus berupaya menawarkan pelayanan terbaik untuk pengguna jasa JNE.

Berbagai kemudahan juga akan terus diupayakan, apalagi setelah JNE kembali menghadirkan sistem pengiriman pintar Oracle Cloud. Layanan ini memantau beberapa inovasi aplikasi, salah satunya adalah sistem pelaporan untuk pelacakan barang bagi para konsumen e-commerce.

Hal ini memungkinkan konsumen untuk mengetahui dimana kiriman mereka berada di setiap tahap perjalanan pengiriman barang serta memberikan JNE visibilitas menyeluruh untuk keseluruhan transaksi, yang pada akhirnya menghasilkan performa yang baik serta waktu respon yang lebih cepat.(***)