12,48 Persen Pengangguran di Sulsel Didominasi Pendidikan Tingkat SMK 

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel melakukan press rilis terkait pertumbuhan ekonomi Sulsel. (Foto:ist)

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel melakukan press rilis terkait pertumbuhan ekonomi Sulsel. (Foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis dalam setahun terakhir, pengangguran berkurang 590 orang,
sejalan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 5,34 persen pada Agustus 2018.

Jika dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 12,48 persen.

Advertisment

Adapun penduduk yang bekerja sebanyak 3.774.924 orang, bertambah 176.261 orang dari Agustus 2017.

Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase penduduk yang bekerja terutama pada industri pengolahan sebesar 1,29 poin, perdagangan 0,35 poin dan konstruksi 0,28 poin.

Sedangkan lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya pada pertanian sebesar 0,88 poin, jasa pendidikan 0,84 poin, dan administrasi pemerintahan 0,26 poin.

Sementara itu, sebanyak 2.378.566 atauv63,01 persen bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, pekerja informal naik sebesar 0,64 poin dibanding Agustus 2017.

Adapun persentase tertinggi pada Agustus 2018 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) sebesar 64,28 persen. Sedangkan penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1-7 jam memiliki persentase yang paling kecil yaitu sebesar 2,34 persen.

Sementara itu, pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua yaitu pekerja paruh waktu sebesar 28,14 persen dan pekerja setengah penganggur 7,57 persen.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistis BPS Sulsel Didik Nursetohadi mengatakan, pada Agustus 2018, sebanyak 3.774.924 orang penduduk bekerja sedangkan sebanyak 213.105 orang menganggur.

Dibanding setahun yang lalu lanjut Didik, jumlah penduduk bekerja bertambah 176.261 orang sedangkan pengangguran berkurang 590 orang.

” Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)
juga meningkat. TPAK pada Agustus 2018 tercatat sebesar 63,02 persen, meningkat 2,03 poin dibanding setahun yang lalu,”sebut Didik.

Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan. Pada Agustus 2018, TPAK laki-laki sebesar 80,15 persen sedangkan TPAK perempuan hanya sebesar 47,19 persen.

Dibandingkan dengan kondisi setahun yang lalu, TPAK laki-laki dan perempuan masing-masing meningkat sebesar 0,49 poin dan 3,43 poin. (**)