Bank Indonesia Dukung Pengembangan Kewirausahaan Muda Berbasis Syariah

talkshow dalam rangkaian Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 yang mengangkat tema “Sharing Entrepreneur Muda Syariah”, 15 Desember di Surabaya.

talkshow dalam rangkaian Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 yang mengangkat tema “Sharing Entrepreneur Muda Syariah”, 15 Desember di Surabaya.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bank Indonesia mendukung pengembangan kewirausahaan muda berbasis syariah melalui berbagai kegiatan yang mendorong dan menginspirasi lahirnya entrepreneur muda seperti kegiatan talkshow dalam rangkaian Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2018 yang mengangkat tema “Sharing Entrepreneur Muda Syariah”, 15 Desember di Surabaya.

Talkshow menghadirkan para pemenang lomba entrepreneur muda syariah Bank Indonesia yang dilaksanakan pada Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2018 di 3 (tiga) wilayah, yaitu Khilda Baiti Rohmah (sociopreneur di bidang pengelolaan sampah), juara 1 regional Jawa, Mardhika Wirahadi Alqawiyyu (Rotte Bakery), juara 1 regional Sumatera, dan Andi Hilmy (pengolahan minyak jelantah menjadi Bahan Bakar Minyak), juara 1 regional Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Advertisment

Lomba entrepreneur muda syariah Bank Indonesia merupakan salah satu rangkaian kegiatan menuju gelaran ISEF 2018 yang bertujuan menjaring para pelaku usaha muda berbasis syariah yang memiliki produk unik, inspiratif serta dapat memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitar tempat usaha.

Langkah BI untuk terus mendorong UMKM berbasis syariah dilakukan dengan melakukan pembinaan-pembinaan mulai dari sektor hulu ke hilir, seperti menjaga kualitas barang input, pengolahan, proses packaging, hingga pemasarannya.

Pengembangan UMKM berbasis syariah yang bergerak atas prinsip kepedulian sosial, bermanfaat bagi sesama, bertekad swadaya, dan berbudaya partisipatif diyakini mampu membawa perubahan yang berdampak positif.

Talkshow ini diharapkan dapat menginspirasi peserta yang hadir, terutama generasi muda untuk memiliki inisiasi untuk berwirausaha dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip kaidah berwirausaha dan berbasis nilai-nilai syariah.

Pada gilirannya pengembangan kewirausahaan berbasis syariah diharapkan dapat mendukung sektor UMKM secara keseluruhan dan mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap ekonomi Indonesia. (**)