Aset BNI Makassar Tumbuh 14 Persen

Ketgam: (tengah) CEO BNI Wilayah Makassar Faizal Arief Setiawan, didampingi (kiri) Head of Consumer Banking BNI Wilayah Makassar Hadi Santoso dan Head of Business Banking BNI Wilayah Makassar Jeff Roberto acara Gathering BNI Wilayah Makassar bersama media di Hotel Horison Makassar, Jl. Jend. Sudirman No.24.

Ketgam: (tengah) CEO BNI Wilayah Makassar Faizal Arief Setiawan, didampingi (kiri) Head of Consumer Banking BNI Wilayah Makassar Hadi Santoso dan Head of Business Banking BNI Wilayah Makassar Jeff Roberto acara Gathering BNI Wilayah Makassar bersama media di Hotel Horison Makassar, Jl. Jend. Sudirman No.24.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – BNI akan masifkan pembiayaan dan segala layanan perbankan dalam satu ekosistem. Langkah ini sebagai upaya mendukung program-program strategis pemerintah.

Pemimpin BNI Wilayah Makassar Faizal Arief Setiawan mengemukakan, sebagai bank pemerintah pihaknya akan tetap mendukung serangkaian program pemerintah. Salah satunya adalah Kredit usaha rakyat (KUR) yang realisasinya cukup agresif tahun lalu.

Advertisment

Agar bisnis perseroan dan program pemerintah berjalan secara masif, Perseroan akan membentuk wilayah ekosistem. Ekosistem yang menjadi sentral untuk menyuguhkan berbagai layanan Perseroan yang dibutuhkan.

“Kami istilahkan ekosistem. Bukan hanya KUR tapi kami support yang lain dengan tripmen yang lain juga. Misal ke petani dengan kartu tani, bansos disiapkan agen 46. Sehingga terbentuk ekosistem di desa tersebut,” kata bos baru BNI Kanwil Makassar ini di acara Gathering BNI Wilayah Makassar bersama media di Hotel Horison Makassar, Jl. Jend. Sudirman.

Kata Faizal, ekosistem adalah bergeraknya semua fungsi perbankan di satu area. Mulai penyaluran dana dalam bentuk kredit, menghimpun dana sampai pola transaksi. Mulai dari putaran terkecil.

“Pergerakan transaksi itu akan jauh lebih bermanfaat dari pada hanya kredit saja,” jelasnya.

Sementara, Head of Business Banking BNI Wilayah Makassar Jeff Roberto menambahkan, skema ekosistem ini akan menjadi fokus Perseroan, terutama dalam penyaluran kredir produktif. Ini direalisasikan dengan menyasar berbagai klaster l-klaster ekonomi.

“Sudah ada klaster-klaster yang kita biayai. Misal di Sinjai klaster tebu, Kakao dan sebagainya. Klaster yang seperti itu ridak terjamah, itu yang kita dukung. Kami meyakini disitulah ekonomi akan bergerak,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Faizal memaparkan bahwa BNI mampu mencatatkan pertumbuhan yang atraktif di sepanjang 2018 bahkan di atas rerata pertumbuhan perbankan nasional.

“Pertumbuhan kami di atas pertumbuhan perbankan nasional. Kredit kami tumbuh 16 persen, bank nasional 12,6 persen. Dana juga naik 12 persen selama 2018. Bank nasional diangka 8-9 persen. Sedangkan aset tumbuh 14 persen dan bank nasional 10-12 persen. Secara aset BNI nasional memang masih rangking empat, tetapi secara pertumbuhan cukup bagus,” pungkasnya. (**)