Kerap Berada di Jalanan, GRAB Beri Pelatihan P3K Bagi Driver-nya

GRAB mengadakan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi para mitra driver, di OTW Stret Food Hertasning, Jumat 15 Maret 2019.

GRAB mengadakan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi para mitra driver, di OTW Stret Food Hertasning, Jumat 15 Maret 2019.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan transportasi, GRAB mengadakan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi para mitra driver, di OTW Stret Food Hertasning, Jumat 15 Maret 2019.

Program yang dikemas dalam Sharing Session Pelatihan P3K dan Sosialisasi asuransi ini diikuti sekitar 50an driver.

Advertisment

Menurut Ahmad Hidayat 2W Ops Makassar, topik P3K dipilih karena driver yang bekerja di jalan raya seringkali menjadi garda pertama penolong jika terjadi kecelakaan lalu lintas.

” Sesuai tagline kita Pasti Aman Pasti Ramah. Konsen kita adalah campaign keselamatan. Karena itu dibentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang akan secara sukarela meluangkan waktu membantu masyarakat, karena itu penting kita bekali pelatihan P3K, semangatnya ada tapi ilmunya juga harus ada, dengan demikian pertolongan mereka terhadap korban kecelakaan bisa lebih maksimal,” imbuhnya.

Dalam pelatihan P3K ini Grab menggandeng tim medis sebagai penyedia pelatihan medis serta tim Dirlantas Polda Sulsel yang melatih berkendara secara aman serta langkah-langkag yang dilakukan apabila terjadi kecelakaan.

Pantauan djournalist.com pada pelatihan ini, driver dilatih bagaimana mengatasi pendarahan pada korban kecelakaan dan pemasangan perban pada luka korban kecelakaan.

Selain upaya dari Grab, tindakan sosial juga dihadirkan para mitra grab yang tergabung dalam URC (unit Reaksi Cepat) yang diprakarsai 22 komunitas dengan anggota masing masing lima orang.

Salah satu anggota URC, Ahmad Afandi dari grab Alauddin comunity mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah panggilan jiwa.

“Awal mulanya kami melihat jiwa sosial teman di lapangan. Jika terjadi hal di lapangan itukan bukan keinginan kita, makanya dari situ kita memediasi” katanya. (**)