Begini Upaya BPJS Kesehatan Makassar Menekan Rasio Klaim

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar M Ichwansyah Gani.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar M Ichwansyah Gani.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Nilai iuran yang dikelola BPJS Kesehatan Cabang Makassar jauh lebih sedikit ketimbang biaya peserta yang wajib dibayarkan. Akibatnya, BPJS Kesehatan masih belum membayar klaim sebesar Rp158 miliar.

Angka utang tersebut merupakan posisi saat ini. Total jumlah klaim yang belum dibayarkan tersebut tersebar di beberapa rumah sakit yang telah bekerja sama di wilayah cakupan.

Advertisment

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar M Ichwansyah Gani, mengatakan, data tersebut bersifat fluktuasi. Terus bergerak seiring tingkat pembayaran kepada pihak rumah sakit.

Kata Iwan, utang tersebut turut dipengaruhi oleh kondisi rasio klaim di wilayah cakupan. Saat ini rasio klaim menyentuh angka 300%. Artinya, jumlah klaim tiga kali lipat lebih tinggi dari iuran yang dibayarkan peserta.

“Rasio klaim tertinggi di Kota Makassar sampai 400%. Kalau jumlah iuran di sepanjang 2018 lalu itu Rp 668 miliar,” kata Iwan dalam acara BPJS Kesehatan ngopi bareng Media di Eureka Casual Dining Cafe di Jl Topas Raya Makassar, Jumat (29/03/19).

Iwan bilang, kondisi rasio klaim yang tinggi terjadi karena beberapa hal. Peserta yang menunggak pembayaran turut berkontribusi besar di dalamnya.

“Paling banyak peserta Mandiri (yang menunggak pembayaran). Karena daftar pas sakit. Yang paling sedikit PNS sama peserta yang iurannya dari APBD dan APBN,” ujarnya.

Demi menekan rasio klaim, tambah Iwan, pihaknya mengoptimalkan layanan di Faskes tingkat I sehingga peserta tidak langsung ke rumah sakit. Kemudian, optimalisasi pemanfaatan layanan rujukan antar provinsi agar tidak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit di Makassar yang datang dari luar Provinsi.

“Dinas kesehatan punya program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Ini akan membantu sebab di Makassar ini masyarakatnya banyak juga penyakit seperti jantung san hipertensi. Selanjutnya, rujukan online cara kami untuk tekan biaya juga,” pungkasnya. (***)