Jepang, Tiongkok dan Malaysia Tujuan Ekspor Terbesar Sulsel

Kepala BPS Sulawesi Selatan Yos Rusdiansyah.

Kepala BPS Sulawesi Selatan Yos Rusdiansyah.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada bulan Februari 2019 tercatat mencapai US$ 66,87 Juta.

Angka ini mengalami peningkatan sebesar 4,27 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan Januari 2019 yang mencapai US$ 64,13 Juta.

Advertisment

Berbeda dengan itu, capaian Februari 2019 tercatat mengalami penurunan sebesar 26,18 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 90,58 Juta.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah menyebutkan, ada lima komoditas utama yang diekspor pada Februari 2019 yaitu komodias nikel merupakan ekspor terbesar dari Sulsel pada bulan Februari 2019 dengan nilai sebesar US$ 38,77 juta (57,98 persen), disusul kelompok komoditas garam belerang dan kapur sebesar US$ 5,90 juta ( 8,82 persen), kakao/coklat sebesar US$ 5,70 Juta (8,53 persen), besi dan baja sebesar US$ 4,88 Juta (7,30 persen) serta biji bijian berminyak dan tanaman obat sebesar US$ 4,74 Juta (7,09 persen) dari total nilai ekspor Sulsel.

” Sebagian besar ekspor pada bulan Februari 2019 ditujukan ke Jepang, Tiongkok, Malaysia dan Australia dengan proporsi masing-masing 59,74 persen, 17,71 persen, 7,55 persen dan 7,14 persen,”ujar Yos di Kantor BPS Sulsel.

Sementara itu, bila dibandingkan dengan Januari 2019 komoditas nikel meningkat 2,01 persen, garam, belerang dan kapur meningkat 14,77 persen, kakao/coklat meningkat 85,27 persen, besi dan baja meningkat 93,53 persen serta biji bijian berminyak dan tanaman obat yang menurun 22,09 persen.

” Sementara ekspor terbesar Sulsel pada Februari 2019 masih melalui Pelabuhan Malili dengan nilai US$ 38,77 juta (57,98 persen) disusul pelabuhan Makassar dengan nilai US$ 17,71 juta (26,49 persen) dari total nilai ekspor Sulsel,”tutup Yos. (***)