Pemilu 2019, Provider di Sulsel Pastikan Jaringan Selular Stabil

Ilustrasi. (Foto:ist)

Ilustrasi. (Foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Di momentum pesta demokrasi yang jatuh tepat 17 April besok, para penyedia jasa internet (provider) menjamin akses telekomunikasi lancar, dalam hal ini tidak mengalami Zero Down khususnya pada layanan internet.

Dalam hal ini, didedikasikan untuk mempermudah proses telekomunikasi dalam mensukseskan pesta rakyat ini pastinya.

Advertisment

Vice President ICT Network Management Area Pamasuka, Samuel Pasaribu menuturkan dalam momen pesta demokrasi ini, Telkomsel memastikan hampir semua wilayah sudah tercover jaringan 4G.

“Telkomsel juga melakukan availability atau memastikan tersedianya jaringan, dan berkomitmen tak ada gangguan jaringan alias zero down saat Pemilu 2019,” terangnya.

Selain itu, untuk masalah kapasitas saat Pemilu sebenarnya tidak terjadi lonjakan yang signifkan baik itu SMS, voice, maupun data.

“Untuk itu, Telkomsel fokus ke availability, jadi pada hari pencoblosan sampai pada perhitungan selesai, BTS-BTS yang mengcover tidak boleh down sama sekali alias Zero Down,” imbuhnya.

Senada diungkapkan, GM External Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin, jika Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan infrastruktur jaringan.

“Kesiapan jaringan di pesta demokrasi ini, Telkomsel telah menyiapkan dan memastikan infrastruktur jaringan, supaya selama masa tenang, Pilpres hingga dengan pengumuman Pilpres komunikasi lancar dan tidak ada gangguan ataupun kendala yang berarti,” jaminnya.

Sementara itu, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) juga, telah menyiapkan jaringan yang memadai untuk mengantisipasi kenaikan trafik terkait dengan berlangsungnya Pemilihan Presiden mendatang.

Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif dalam rangka Pilpres ini.

“Kebetulan, karena ini berdekatan dengan bulan Ramadan lalu Lebaran, maka kami antisipasi ini sudah sekalian masuk dengan persiapan untuk jaringan Lebaran. Kami juga akan monitor terus kondisi jaringan di sejumlah titik penting, seperti kantor KPU, Media Center, serta area Ring 1,” jelasnya.

Ditanyai terkait kenaikan trafik data diperkirakan sekitar 5% – 10%. Sementara kata dia, kenaikan trafik voice dan SMS diprediksi sekitar 3%.

“Lokasi kenaikan trafik kemungkinan terjadi di kota-kota besar. Meski demikian, kenaikan trafik juga kemungkinan terjadi di kota-kota kecil di berbagai daerah seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia atas berlangsungnya pesta demokrasi tahun ini,” imbuhnya.

Diperkirakan trafik data akan meningkat, terutama dari layanan media sosial (seperti Facebook, Instagram, Twitter), pesan singkat instan (seperti Whatapps, Telegram, LINE). (***)