Harga Bawang Putih Tembus Rp50 Ribu per Kilogram

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha KPPU Kota Makassar Aru Armando.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha KPPU Kota Makassar Aru Armando.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –
Menyambut bulan suci ramadhan kebutuhan harga bahan pokok pun mulai merangkak naik.

Misalnya harga bawang putih per kilogramnya kini menembus hingga mencapai Rp45.000-Rp50.000 perkilogramnya.

Advertisment

Menyikapi pergerakan harga Komoditi jelang bulan Ramadhan tersebut Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha KPPU Kota Makassar Aru Armando berharap adanya koneksivitas antar daerah di Sulawesi Selatan untuk melengkapi kekurangan stok kebutuhan pokok di tiap daerah.

Aru mengatakan, bahwa di kabupaten Takalar yang dikenal sebagai daerah penghasil Cabe dapat menyuplai dari daerah lain di Sulsel, tentu yang kekurangan stok cabe agar tidak terjadi kenaikan harga.

Karena itu kata Aru setiap Kabupaten Kota di daerah ini harus merilis neraca pangan guna memudahkan atau mengetahui kelebihan dan kekurangan terkait kebutuhan pokok uang dimiliki masing – masing daerah dibawah pantauan pemerinta provinsi.

Selain itu, tata niaga komoditas dan pengawasan pendistribusian harus ketat dilakukan untuk menghindari terjadinya penimbunan yang memicu melambungnya harga kebutuhan pokok.

” Kestabilan harga kebutuhan pokok pada tahun 2019 ini harus bisa lebih baik atau sama dengan harga dari tahun sebelumnya mengingat jelang puasa ramadhan akan meningkat. “kata Aru di Kantor KPPU Makassar.

Komunitas pangan yang selalu menjadi penyumbang inflasi yakni beras, daging Sapi, Bawang Putih, Telur Ayam, Bawang merah, dan Cabe Rawit.

Aru menambahkan jika 11 kebutuhan pokok yang selalu menjadi penyumbang inflasi ini bisa ditekan maka harga kebutuhan pokok lainnya tidak merangkak naik.

Sementara salah satu pedagang Daeng Emba mengaku, kenaikan harga bawang putih sampai dua kali lipat.

” Meski saat ini sudah mengalami kenaikan harga, namun biasanya di pertengahan Ramadan nanti diperkirakan harga akan kembali turun. diperkirakan akan naik lagi menjelang Lebaran,” ungkapnya.

Sebelumnnya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menggelar rapat koordinasi identifikasi barang kebutuhan pokok masyarakat menjelang puasa dan idul Fitri 1440 H/2019 M.

Acara ini dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI.

Rapat Koordinasi ini bertujuan menyamakan langkah-langkah dan kesiapan instansi terkait dan pelaku usaha barang kebutuhan pokok, untuk menghindari terjadinya kekurangan stok/pasokan, gangguan distribusi, dan aksi spekulasi/penimbunan barang kebutuhan pokok secara tidak wajar menjelang puasa dan Idul Fitri 1440 H/2019.

“Berdasarkan data Dinas Perdagangan Sulsel dan hasil koordinasi dari Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota, harga kebutuhan pokok relatif stabil, tidak ada indikasi atau kenaikan-kenaikan yang nantinya akan berdampak pada kebutuhan pokok menjelang puasa dan idul fitri 2019,” ucap Kadis Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah.

Dinas Perdagangan Sulsel juga akan melaksanakan program untuk mendeteksi dini potensi hambatan dan mendukung proses distribusi ke kabupaten/kota.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan meski saat ini kebutuhan pokok masih terkendali, namun tetapi semua pihak terkait harus tetap mengontrol perkembangan di lapangan.

“Bagaimana kita lihat situasi tetap kondusif. Yang terakhir, ini upaya kita untuk memberikan apresiasi bagi yang terlibat, tentu ini langkah awal bagaimana mengontrol semua apa yang akan terjadi. Sampai InshaAllah selesai ramadan dan idul fitri,” tandasnya

Menurut Wagub, Gubernur Nurdin Abdullah telah mengeluarkan surat perintah kepada Dinas Perdagangan Sulsel untuk kemudian diteruskan ke Dinas Kabupaten/Kota agar seluruh pelaporan bahan pokok dan stok dapat dilakukan melalui website.

“laporan perkembangan harga ini paling lambat pukul 10. Kemudian kedua adalah untuk stok disampaikan setiap hari selasa. Paling lambat juga pukul 10. Jadi, pemantauan harga tiap hari, sedangkan stok satu kali dalam sepekan yakni Selasa”. Jelas Wagub.

Pemprov pun telah membentuk satgas yang terdiri dari Instansi terkait, Kepolisian dan TNI yang akan bersinergi dan berkolaborasi dalam memantau perkembangan harga kebutuhan pokok.(***)