Ramadan, PLN Wilayah Sulselrabar Bentuk Tim Siaga 24 Jam

PLN Wilayah Sulselrabar membentuk  tim khusus yang siaga penuh 24 jam dengan jumlah 2.555 personel dalam 288 posko, membuat SOP khusus siaga bulan ramadhan.

PLN Wilayah Sulselrabar membentuk  tim khusus yang siaga penuh 24 jam dengan jumlah 2.555 personel dalam 288 posko, membuat SOP khusus siaga bulan ramadhan.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Untuk mendukung kenyamanan pelanggan dalam melakukan ibadah dibulan suci ramadhan, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar jauh hari telah melakukan persiapan khusus untuk menjaga pasokan listrik tetap handal sehingga pelanggan merasakan kenyamanan dalam melakukan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Adapun persiapan khusus PLN Wilayah Sulselrabar yaitu , membentuk  tim khusus yang siaga penuh 24 jam dengan jumlah 2.555 personel dalam 288 posko, membuat SOP khusus siaga bulan ramadhan

Advertisment

Selain itu, jauh hari PLN juga telah melakukan pemeliharaan mesin-mesin pembangkit melakukan perbaikan jaringan, perampalan pohon, meminimalisir potensi terjadinya gangguan sejak jauh-jauh hari dengan melakukan pemeliharaan penyulang dll serta menyiapkan genset mobile untuk beberapa mesjid besar.

Tidak hanya itu, PLN UIW Sulselrabar juga telah membantu mengecek instalasi sebanyak 119 Mesjid di seluruh unit kerjanya.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk turut membantu mengecek instalasi Mesjid agar jemaah dapat dengan tenang menjalankan ibadah,” pungkas GM PLN UIW Sulselrabar Bambang Yusuf, Senin 6 Mei 2019.

Hingga saat ini kondisi sistem kelistrikan di PLN Wilayah Sulselbar masih tergolong aman, dengan daya mampu sebesar 1.400 MW, beban puncak sebesar 1.100 MW. Berdasarkan analisa data, prediksi beban selama bulan ramadhan diprediksi  tidak mengalami kenaikan beban signfikan.

Walaupun kondisi kelistrikan masih tergolong aman, namun tidak menutup kemungkinan akan adanya gangguan baik secara teknis maupun non teknis yang tidak bisa diprediksi.

Bambang Yusuf menyampaikan bahwa PLN mendukung kegiatan bulan Ramadhan dengan menjaga distribusi listrik agar tetap normal.

” Di bulan Suci Ramadhan, aktivitas masyarakat lebih banyak dilakukan pada malam hari, sebagai contoh buka puasa, shalat tarawih dan sahur. PLN ingin masyarakat dapat menjalankan aktivitas ibadah tersebut dengan nyaman,” ungkap Bambang. (***)