RAFI 2019, Pertamina MOR VII Siapkan Armada Mobil Tangki 334 Unit

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII telah mengambil langkah-langkah khusus. Salah satunya dengan membentuk Tim Satgas Ramadan & Idulfitri (RAFI).

PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII telah mengambil langkah-langkah khusus. Salah satunya dengan membentuk Tim Satgas Ramadan & Idulfitri (RAFI).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Peningkatan jumlah konsumsi atau kebutuhan akan BBM dan LPG pada masa-masa Puasa dan Hari Raya Idulfitri merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun. Biasanya, akan terjadi gangguan terutama disebabkan oleh kelangkaan BBM dan LPG di waktu-waktu penting tersebut.

Mengantisipasi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII telah mengambil langkah-langkah khusus. Salah satunya dengan membentuk Tim Satgas Ramadan & Idulfitri (RAFI).

Advertisment

Satgas Ramadan & Idulfitri adalah bentuk persiapan yang dilakukan Pertamina MOR VII untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan energy selama bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri 1440 H, dengan membentuk Tim Satuan Tugas yang akan bertugas untuk memantau ketersediaan BBM dan LPG di Sulawesi.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII, Hatim Ilwan menuturkan, Tim Satgas RAFI 1440 H dibentuk sebagai upaya antisipasi agar masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa maupun kegiatan mudik (pulang kampung) jelang hari raya untuk bersilaturahmi bisa berjalan dengan lancar dan tidak terjadi gangguan yang mungkin disebabkan tidak tersedia nya BBM dan LPG di waktu-waktu penting tersebut.

“Kita sudah mengantisipasi dengan mempersiapkan ketersediaan stok dengan memperkirakan peningkatan kebutuhan yang akan bertambah di tahun ini berdasarkan tren yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” ujar Hatim, Senin 20 Mei 2019.

Hatim menjelaskan, rerata kebutuhan untuk produk BBM Gasoline (Premium, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo) di Sulawesi diperkirakan akan mengalami peningkatan konsumsi sebesar 3,4 persen, sedangkan untuk produk BBM Gasoil (Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex) diperkirakan oleh Tim Satgas akan mengalami penurunan konsumsi sampai dengan 2,2 persen.

Sementara untuk LPG, rerata peningkatan kebutuhannya selama puasa dan jelang hari raya di Sulawesi diperkirakan akan bertambah sebesar 9,4 persen (untuk LPG Bersubsidi) dan sebesar 4,6 persen (untuk LPG Nonsubsidi).

“Bila dihitung berdasarkan jumlah tabung maka akan ada peningkatan pemakaian sebanyak 50 ribu tabung LPG Bersubsidi dan akan ada peningkatan pemakaian sebanyak 2.200 tabung LPG Nonsubsidi,” kata Hatim.

Begitu pula dengan avtur. Perkiraan kebutuhan produk avtur juga akan mengalami peningkatan selama puasa dan hari raya, dengan puncak peningkatan akan terjadi pada H-5 sebelum Hari Raya Idul Fitri atau tanggal 31 Mei seiring dengan peningkatan penumpang pesawat pada arus mudik.

Dengan perkiraan jumlah kenaikan sebesar 5 persen dari rata-rata kebutuhan avtur harian dalam kondisi normal. DPPU Bandara Sultan Hasanuddin tetap menjadi lokasi dengan kebutuhan avtur terbesar di Sulawesi mengingat fungsi nya sebagai bandara penghubung dari beberapa pulau lain.

Tim Satgas RAFI 1440 H Pertamina MOR VII juga akan melakukan optimalisasi armada mobil tangki sebanyak 334 unit dengan 989 awak mobil tangki yang tersebar di 17 TBBM dalam melayani kebutuhan BBM masyarakat Sulawesi selama puasa dan menjelang hari raya Idulfitri.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan LPG (Bersubsidi dan Nonsubsidi) Tim Satgas RAFI 1440 H akan melakukan optimalisasi 37 Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE), 311 Agen, dan lebih dari 24 ribu pangkalan yang berada di seluruh Sulawesi.

Untuk Posko Tim Satgas RAFI berada di Kantor Region Pertamina MOR VII, Jl. Garuda No.1, Mariso, Makassar 90125. Namun untuk wilayah pengawasan peningkatan konsumsi di lapangan ada di 75 kabupaten/kota yang tersebar di 6 provinsi. Termasuk juga di dalamnya pemantauan terhadap stok BBM dan LPG yang tersedia di 17 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), 3 Depot LPG, dan 7 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

Secara serentak Tim Satgas Pertamina di seluruh wilayah Indonesia akan mulai aktif pada tanggal 21 Mei sampai dengan 20 Juni 2019, dimulai pada H-15 (sebelum hari raya) dan akan selesai pada H+15 (sesudah hari raya), setiap hari selama 24 jam tim satgas akan dibagi kedalam 2 shift yang bertugas untuk memantau kondisi kebutuhan BBM dan LPG di lapangan dan kemudian mempersiapkan laporan ketersediaan stok BBM dan LPG yang ada di fasilitas distribusi Pertamina secara aktual. (***)