2020 Pertamina Terus Ajak Konsumen Beralih ke BBM Non-subsidi

2020 Pertamina Terus Ajak Konsumen Beralih ke BBM Non-subsidi. (Foto:ist)

2020 Pertamina Terus Ajak Konsumen Beralih ke BBM Non-subsidi. (Foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Konsumsi BBM Non-subsidi jenis gasoline atau Perta Series di wilayah Sulawesi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Ini terlihat dari angka penyaluran Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII sepanjang 2019 yang mencapai angka 1.141.176 Kilo Liter (KL).

Advertisment

Kenaikan produk Perta Series tersebut, menurut Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Hatim Ilwan, menunjukkan semakin diminatinya produk bbm berkualitas oleh konsumen di sebagian besar Wilayah Sulawesi.

“Konsumsi BBM Non-subsidi Perta Series rata-rata naik sebesar 5,8%. Kenaikan tertinggi diraih Pertamax Turbo 28,1%, diikuti Pertalite yang naik 6,87%,” ujarnya.

Masih menurut Hatim, peningkatan konsumsi juga dialami oleh BBM Subsidi jenis Gasoline (Premium) sebanyak 1,38% dibanding konsumsi Tahun 2018. Sepanjang 2019 penyaluran Premium di Sulawesi melebihi alokasi kuota yang sudah ditetapkan Pemerintah sebesar 0,9%.

“Mengantisipasi adanya peningkatan konsumsi BBM Subsidi Premium di Tahun 2020 ini, Pertamina kembali mengajak masyarakat untuk beralih menggunakan produk BBM Non-subsidi,” ujarnya.

Hatim menyampaikan berdasarkan surat penugasan dari Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas kepada Pertamina, Tahun 2020 ini kuota BBM Subsidi Premium yang ditugaskan untuk disalurkan melalui Pertamina sama dengan Tahun 2019.

“Angkanya tidak ada peningkatan yakni sebesar 1.467.395 KL,” ujarnya.

Adapun Kuota BBM Subsidi Premium untuk masing-masing provinsi adalah 759.372 KL untuk Sulawesi Selatan, 161.409 KL untuk Sulawesi Tenggara, 213.973 KL untuk Sulawesi Tengah, 94.322 KL untuk Sulawesi Barat, 170.572 KL untuk Sulawesi Utara dan 67.747 KL untuk Gorontalo.

Kondisi ini, Hatim menegaskan, harus disikapi dengan bijak oleh seluruh elemen masyarakat bahwa harus ada peralihan konsumsi dari synsidi ke non-subsidi sehingga kuota yang sudah ditugaskan kepada Pertamina dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.

“Apalagi BBM Non-Subsidi memiliki berbagai keunggulan bagi kendaraan yang dipakainya,” ujarnya.

Pertamina, menurut Hatim, mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pelanggan setia Produk BBM Berkualitas dari Pertamina dan kalangan industri, instansi Pemerintah, yang telah mendukung peralihan ke BBM Non-subsidi dengan bersama-sama melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Dan komitmen Pertamina akan terus meningkatkan kualitas produk dan layanan bagi masyarakat,” tutup Hatim. (***)