Ini Bentuk Kepedulian Kalbe Terhadap Penderita Kanker

(Kiri-kanan) Happy Handayani, Customer Relations Manager PT Kalbe Farma Tbk , Hartati Nganro, Survivor Kanker , Dr dr Tutik Harjianti, Sp.PD-KHOM, FINASIM Spesialis Onkologi RS Siloam Makassar, di Grand Asia Hotel, Minggu 23 Februari 2020. (Foto:djournalist)

(Kiri-kanan) Happy Handayani, Customer Relations Manager PT Kalbe Farma Tbk , Hartati Nganro, Survivor Kanker , Dr dr Tutik Harjianti, Sp.PD-KHOM, FINASIM Spesialis Onkologi RS Siloam Makassar, di Grand Asia Hotel, Minggu 23 Februari 2020. (Foto:djournalist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Di Pulau Sulawesi prevalensi kanker tertinggi berada di provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara sebesar 1,7% dibanding Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat 1,1%, Sulawesi Tengah 0,9% dan Gorontalo 0,2% (sumber: Riset Kesehatan Dasar 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI).

Berdasarkan fenomena tersebut, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dan Indonesia Cancer Care Community (ICCC) memperingati Hari Kanker Sedunia di Grand Asia Hotel, Makassar, Minggu 23 Februari 2020.

Advertisment

Acara ini dihadiri sekitar 250 lebih pasien, survivor, dan pemerhati kanker.

Ada beberapa kegiatan yang digelar diantaranya talkshow terkait tema kanker, pemeriksaan kesehatan seperti tensi dan gula darah, zumba serta acara hiburan.

” Harapan kami, masyarakat tergerak memperbaiki gaya hidup sehari-hari agar terhindar dari penyakit kanker,” ujar Happy Handayani, Customer Relations Manager PT Kalbe Farma Tbk.

KECC bersama ICCC sendiri setiap tahun secara rutin memperingati Hari Kanker Sedunia di beberapa kota besar, dan kota Makassar tahun kedua sejak 2016.

Saat ini menurut Happy, kalbe senantiasa memberi semangat agar penderita kanker tidak putus asa. Salah satunya, dengan layanan Onkologi Total Solution. Tujuannya kata Happy, memberi solusi yang terintegrasi dari awal hingga akhir untuk layanan onkologi agar para penderita kanker tetap produktif menjalankan aktivitasnya.

Selain itu, ada layanan edukasi dan komunitas ICCC yang secara rutin memberikan informasi dan dukungan antara pasien, keluarga, survivor, dan pemerhati kanker.

Dr dr Tutik Harjianti, Sp.PD-KHOM, FINASIM Spesialis Onkologi RS Siloam Makassar menyampaikan, pentingnya deteksi dini kanker melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala.

” Kasus kanker yang ditemukan pada stadium dini dan mendapat pengobatan yang cepat dan tepat bisa memberikan kesembuhan dan harapan hidup lebih lama,”paparnya.

Ia berpesan, penderita kanker tetap survive, tak putus asa dan rutin mengkonsumsi obat sesuai anjuran dokter, menjaga pola makan dan pola hidup serta tidak stres.

” Meski dinyatakan sehat banyak pasien yang tetap mengkonsumsi obat agar sel kanker tak kembali. Karena bisa saja sel kanker tersebut akan kembali bila tak menjaga pola makan,”pesannya.

Sementara Hartati Nganro, Survivor Kanker berpesan untuk penderita kanker lainnya yang baru terdiagnosa untuk jangan takut berobat medis.

” Yakin bisa sembuh, cari tempat berbicara yang nyaman, misalnya pemuka agama atau orang yang sama penyakitnya, yang sudah eksis beberapa tahun.Dulu waktu saya sakit belum ada RGK. Jadi caranya saya cari orang yang sakit seperti ini, saya adopsi pola hidupnya, cara konsumsi obatnya,”pesannya. (***)