Kemeriahan Festival Banjar 2020 di Makassar

Lomba sate lilit turut memeriahkan Festival Banjar yang digelar, Minggu 15 Maret 2020 di Pura Giri Natha Jalan Perintis Kemerdekaan.

Lomba sate lilit turut memeriahkan Festival Banjar yang digelar, Minggu 15 Maret 2020 di Pura Giri Natha Jalan Perintis Kemerdekaan.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Festival Banjar digelar untuk pertama kalinya, Minggu 15 Maret 2020 di Pura Giri Natha Jalan Perintis Kemerdekaan.

Kemeriahan festival yang diselenggarakan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Makassar tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan jelang perayaan Nyepi 2020.

Advertisment

(Kiri-kanan) Ketua Banjar Hindu Kota Makassar I Made Semadi, Ketua PHDI Kota Makassar I Dewa Mahendra, Ketua Panitia Parisadha Hindu Dharma Indonesia Kota Makassar I Gede Arya Pering Arimbawa.

Dalam festival ini, sembilan wilayah atau disebut tempek beradu memasak kuliner khas Bali seperti Lawar, Sate lilit dan Jajanan Bali.

Tujuannya, tentu tak hanya sekedar perlombaan, melainkan kebersamaan, menjalin dan menghidupkan rasa kekeluargaan.

Lomba jajanan Bali

Seperti yang disampaikan, I Dewa Mahendra, Ketua PHDI Kota Makassar ditemui disela-sela kemeriahaan Festival Banjar.

Dalam festival ini, I Dewa Mahendra mengatakan, banyak menampilkan budaya Bali khususnya Kuliner. Festival ini juga jadi momentum memperkenalkan ekonomi ummat.

Lomba Sate Lilit

” Kita juga mau silaturahmi dengan warga Hindu Kota Makassar. Sekaligus memberi ruang kepada mereka untuk berkarya, dengan harapan orang-orang tau mereka juga bisa masak makanan khas Bali ketika mau pesan makanan khas Bali sudah tahu harus kemana, sehingga kita berharap ekonomi kreatif di sini semakin berkembang,”harapnya.

Sementara, I Made Semadi Ketua Banjar Hindu Kota Makassar, Festival Banjar yang di­lak­­sanakan sejak 8 Maret ini diisi de­ngan ber­ba­gai kegiatan, dian­­taranya donor darah, lomba memasak lawar, sate lilit, jajanan Bali, Tarian Bali, Musik Bali dan Hiburan.

Antusias pengunjung di Festival Banjar

” Puncaknya nanti tanggal 21 persembahyangan di laut di Pantai Akkarena, ada upacara adat dan pawai ogo-ogo,”kata Made Semadi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Karena masyarakat Bali bisa mempromosikan masakan-masakan tradisional dan  memperkenalkan kepada masyarakat kota Makassar tentang adat budaya Bali.

Pertunjukan Tarian Bali

Bahkan kata Rusmayani, tidak menutup kemungkinan Festival Banjar akan dimasukkan ke dalam kalender event Kota Makassar. (***)