Di Hari Kesehatan Gigi dan Mulut, Pepsodent Kampanyekan Pentingnya Sikat Gigi Malam

Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2020 mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk melakukan kegiatan sikat gigi malam secara serentak (Night Brushing Hour) melalui platform digital, aksi ini turut menggandeng kurang lebih 1.000 dokter gigi serta 75 PDGI cabang.

Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2020 mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk melakukan kegiatan sikat gigi malam secara serentak (Night Brushing Hour) melalui platform digital, aksi ini turut menggandeng kurang lebih 1.000 dokter gigi serta 75 PDGI cabang.

JAKARTA, DJOURNALIST.com – Pepsodent, brand perawatan kesehatan gigi dan mulut produksi PT Unilever Indonesia, Tbk. bekerjasama dengan FDI World Dental Federation dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) kembali memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2020. Dalam kesempatan ini, Pepsodent mengangkat hasil survei yang dilakukan di 8 negara mengenai pentingnya menanamkan kebiasaan menyikat gigi pada malam hari; sebuah kebiasaan penting yang ternyata masih sering dilewatkan oleh anak-anak maupun orangtua mereka.

Survei global yang dilakukan Unilever bekerjasama dengan King’s College London (Universitas ternama di Inggris yang memiliki Fakultas Kedokteran Gigi terbaik di dunia) dilakukan dengan melibatkan 5.000 anak dan orangtua di seluruh dunia. Di Indonesia, (dengan 506 anak sebagai populasi sampel), terlihat bahwa di antara anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik, ternyata 34%-nya belum membiasakan diri untuk sikat gigi di malam hari. Artinya, mereka belum menjadikan kebiasaan ini sebagai prioritas ataupun bagian dari rutinitas sebelum tidur.

Advertisment

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. selaku Head of Sustainable Living Unilever Indonesia Foundation menyampaikan, “Percaya bahwa ‘Setiap Senyuman Begitu Berarti’, Pepsodent berkomitmen untuk menciptakan senyum sehat keluarga Indonesia – khususnya anak-anak – melalui rangkaian program sekolah yang melibatkan dokter gigi, guru, dokter kecil dan sejumlah LSM terkait.

Program ini terus mempromosikan perilaku hidup bersih sehat termasuk diantaranya menyikat gigi pada waktu yang tepat, yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta menyediakan pemeriksaan gigi gratis.”

“Sebagai official partner FDI World Dental Federation – penggagas Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia, Pepsodent kembali bekerjasama dengan PDGI untuk memperingati hari istimewa ini dengan menyebarluaskan edukasi mengenai pentingnya kebiasaan sikat gigi pada malam hari pada anak-anak di seluruh Indonesia, terlebih karena survei global Unilever memperlihatkan bahwa kesehatan gigi dan mulut anak yang tidak rutin menyikat gigi di malam hari ternyata dua kali lebih buruk dibandingkan yang menyikat gigi. Mereka berpeluang 40% lebih tinggi untuk lebih sering mengalami sakit gigi sehingga terpaksa harus absen dua kali lebih sering dibanding yang menyikat gigi. Merekapun menjadi lebih tidak percaya diri di sekolah, dimana 25%-nya memilih untuk tidak aktif mengikuti kegiatan sekolah.

Selain itu, anak-anak yang tidak menyikat gigi di malam hari sering diejek temannya karena giginya tidak sehat, dan sepertiga dari mereka merasa rendah diri,” lanjut drg. Mirah.

Terkait edukasi, Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K)., MM selaku Ketua Pengurus Besar PDGI menjelaskan, “Menyikat gigi pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dapat menekan kerusakan gigi hingga 80% pada anak-anak, dibandingkan dengan hanya menyikat gigi satu kali sehari. Menyikat gigi di malam hari sangatlah penting karena mulut anak-anak menghasilkan lebih sedikit air liur ketika mereka tidur. Dalam kondisi ini, kuman dan bakteri memiliki lingkungan yang sempurna untuk berkembang lebih cepat, dan mengubah sisa makanan menjadi asam, dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.”
Orangtua memiliki peranan sangat penting untuk menanamkan kebiasaan menyikat gigi di malam hari. Namun, survei global Unilever memperlihatkan bahwa 24% orangtua di Indonesia membiarkan anaknya tidur sebelum menyikat gigi. Bahkan 21% orangtua menjadikan kebiasaan negatif ini sebagai reward untuk anak mereka. (**)