Tingkatkan Pemahaman Produk IJK, Bulan Inklusi Keuangan Kembali Digelar

Press Conference BIK di Hotel Aston Makassar. (Foto:ist)

Press Conference BIK di Hotel Aston Makassar. (Foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bulan Inklusi Keuangan kembali digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua di bulan Oktober ini.

OJK menggelarnya bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulsel dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar dengan mengangkat tema Satukan Aksi Keuangan Inklusif untuk Indonesia Maju (Aksessku).

Advertisment

OJK berharap dapat meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk atau layanan jasa keuangan sehingga bisa mendorong pencapaian target inklusi keuangan tahun 2024 sebesar 90% sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Terbatas Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) tanggal 28 Januari 2020 sembari mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“ Kami semua lembaga jasa keuangan, akan bersinergi, akan berkolaborasi untuk masyarakat lebih literate, lebih menggunakan jasa-jasa perbankan yang memang pernah diatur oleh negara karena untuk perbankan jasa keuangan yang tidak diatur oleh negara itu pastinya perlindungan konsumennya tidak bisa dipertanggung jawabkan,” ujar Irmayanti Sulthan selaku Plt Dirut Bank Sulselbar yang juga Ketua Penyelenggara Bulan Inklusi Keuangan 2020.

Bulan Inklusi Keuangan ini berisi rangkaian kegiatan selama bulan Oktober dimulai sejak 1 Oktober sampai dengan 31 Oktober 2020 dengan peserta seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Sulsel baik perbankan, pasar modal, maupun industri keuangan non bank (IKNB), UMKM Binaan LJK UMKM Binaan Pemerintah Kabupaten/Kota, dan masyarakat umum.

“ Kegiatannya seperti penjualan produk IJK, webinar, business matching UMKM Go-Digital, dan seremonial yang merupakan puncak Bulan Inklusi Keuangan,” jelasnya.

Ditengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19, berbagai upaya dilakukan untuk menyukseskan kegiatan ini.

” Secara garis besar kondisi pandemi ini memang membuat kami dari panitia mengalami keterbatasan-keterbatasan untuk melibatkan masyarakat luas tapi kami mengupayakan menggunakan berbagai media. Dan mengoptimalkan Zoom Meeting sehingga apa yang menjadi tujuan dari acara ini impactnya lebih luas lagi. Karena kami juga sebagai lembaga jasa keuangan bertanggung jawab terhadap mitigasi penyebaran Coronavirus,” tuturnya.

Irma juga memaparkan bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2019, menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan secara nasional baru mencapai sebesar 76,1% dan di Sulawesi Selatan telah mencapai 86,91%.

“Artinya kita harus mengapresiasi effort atau kinerja dari regional Sulampua. Indeks inklusi keuangan lebih tinggi dibandingkan secara nasional,” tuturnya.

Namun Irma mengungkapkan, masyarakat pengguna yang melakukan transaksi keuangan di LJK itu tidak semuanya benar-benar paham terhadap produk perbankan tetapi mereka bertransaksi. Karena itu Bulan Inklusi Keuangan ini menjadi momen mengkampanyekan budaya menabung di berbagai sektor industri jasa keuangan, membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat, mendorong pembukaan rekening, pemberian kredit/pembiayaan serta penggunaan produk atau layanan jasa keuangan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk atau layanan jasa keuangan.

Hal sebaliknya diharapkan kegiatan ini sarana mempublikasikan dan mengoptimalkan program-program inklusi keuangan, dan memberikan apresiasi kepada pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha dalam mendorong inklusi keuangan.(***)