Riset Lembaga Demografi UI: 90% UMKM Makassar Terbantu dengan Ekosistem Gojek

Turro S. Wongkaren, Ph.D selaku Kepala Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia.

Turro S. Wongkaren, Ph.D selaku Kepala Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Gojek terus meluncurkan inisiatif untuk membantu pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Kota Makassar beradaptasi sehingga bisa bertahan di situasi pandemi COVID-19.

Sebagai catatan, sebelum pandemi, dengan metode perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), total nilai produksi yang terjadi di ekosistem Gojek selama tahun 2019 di Kota Makassar dikalaim mencapai Rp 4,8 triliun atau menggerakkan 3% PDRB Kota Makassar di tahun 2019.

Advertisment

Anandita Danaatmadja – VP Regional Strategi Gojek Indonesia Bagian Timur menyampaikan bahwa lebih dari 90% mitra usaha Gojek merasa sangat terbantu dengan teknologi yang tersedia didalam ekosistem Gojek untuk bertahan di masa pandemi.

” Kami percaya, kemudahan dan keamanan akses dalam proses aktivasi kian mendukung mitra UMKM untuk memulai usaha, beradaptasi dan mampu melebarkan sayap bisnisnya. Di aplikasi GoBiz terbaru, mitra UMKM bisa memanfaatkan fitur Daftar Mandiri untuk melakukan pendaftaran, mengecek status verifikasi, dan aktivasi akun secara mandiri,” terangnya dalam virtual konferensi pers Ekosistem Gojek Dukung Ketahanan Ekonomi Makassar Melalui Kontribusi yang Berkelanjutan.

Anandita menambahkan selain teknologi, Gojek turut memberikan dukungan non-teknologi untuk membantu ketahanan UMKM di masa pandemi.

” Sebagai perusahaan teknologi Gojek juga memberikan dukungan non-teknologi, seperti mendorong peningkatan permintaan dari konsumen melalui periode promo dan pelatihan para UMKM GoFood melalui Komunitas Partner GoFood (KOMPAG).” terangnya.

Pemaparan yang disampaikan oleh VP Regional Strategi Gojek Indonesia Bagian Timur sejalan dengan temuan utama dari riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (singkatnya LD) yang berjudul, “Peran Ekosistem Digital Gojek di Ekonomi Makassar Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19.”

Turro S. Wongkaren, Ph.D selaku Kepala Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia memaparkan, bahwa riset tersebut menunjukkan peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi.

“Kondisi pandemi ini menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis. Salah satu
adaptasi itu adalah mengubah usaha tradisional menjadi usaha digital, ” Jelasnya.

Lanjut Torro, tampak juga bahwa para pelaku usaha cukup realistis melihat dampak panjang dari pandemi, namun mereka juga tetap optimis bahwa dengan berada dalam suatu ekosistem digital, usaha mereka dapat tetap tumbuh kedepannya, dan
penghasilan mereka kembali seperti sebelum pandemi.

Riset LD menunjukkan bagaimana GoFood menjadi penyangga ekonomi di Kota Makassar bagi mereka yang penghasilannya terdampak pandemi terutama pekerja swasta dan profesional.

Riset menemukan 44% Mitra GoFood yang disurvei baru bergabung saat pandemi COVID-19 (sejak Maret 2020). Di antara
mitra tersebut, 93% adalah pengusaha skala mikro. Lebih lanjut lagi, 44% di antara mereka merupakan pengusaha yang pertama kali mulai berbisnis.

Riset LD juga menemukan bahwa mayoritas mitra UMKM menganggap mereka mampu beradaptasi disituasi pandemi karena berada di ekosistem Gojek. UMKM yang merasa mampu beradaptasi selama pandemi dengan menjadi mitra adalah 90% mitra UMKM GoFood, 96,7% mitra UMKM social seller1 pengguna GoSend, dan 91,8% mitra UMKM GoPay.

Hal ini dikarenakan, mitra menganggap solusi teknologi dan non teknologi dari Gojek membantu keberlangsungan usaha mereka. (#)