Kiat Tao Kae Noi Jaga Merek dan Perluas Pasar

DJOURNALIST.com – Tao Kae Noi adalah produsen makanan ringan asal Thailand yang dikenal luas dengan olahan rumput laut berbagai rasa dan varian. Saat ini, Tao Kae Noi telah memiliki 2.500 karyawan serta memiliki perkebunan rumput laut di Korea Selatan yang mengekspor camilan rumput lautnya ke 40 negara termasuk Indonesia, hingga mengantongi pendapatan sebesar Rp 450 miliar di tahun 2010.
 
Indonesia sendiri merupakan pangsa pasar yang tinggi dalam pemasaran produk Tao Kae Noi dan menjadi salah satu negara dengan penjualan produk tertinggi di Asia – setelah Cina dan Thailand. Kedekatan dengan masyarakat Indonesia pun terlihat saat penyerahan donasi pada saat bencana Donggala, Palu dan Sigi dua tahun lalu. Tao Kae Noi bahkan menghadirkan boyband ternama asal Thailand, SB-Five guna menyapa penggemarnya sekaligus memberikan donasi hasil lelang barang pribadi mereka.
 
Ingin lebih memanjakan konsumennya di Indonesia, untuk pertama kalinya Tao Kae Noi memilih brand ambassador lokal, Devano Danendra bintang muda bertalenta yang sedang naik daun. Sosok penyanyi kelahiran 23 September 2002 ini, dinilai mewakili anak muda Indonesia yang segar, kreatif dan berprestasi.
 
Adalah Itthipat Peeradechapan alias Tob, sosok di balik kesuksesan yang menginspirasi anak-anak muda dalam membangun bisnisnya. Bayangkan, di usia yang baru menginjak 26 tahun, Ia sudah berhasil membawa Tao Kae Noi menjadi salah satu produsen makanan ringan terbesar di Thailand, dengan membawahi lebih dari 2.000 pegawai di perusahaannya.
 
Potret kisah kegigihannya tersebut bahkan diangkat dalam film “The Billionare” yang diadopsi dari buku autobiografi “Tob Story.” Kini, Tob yang berusia 35 tahun ini menjabat sebagai Chief Executive Officer of TaoKaeNoi Food and Marketing Public Company Limited.  Ia terus mengembangkan bisnis serta memperluas portofolio produknya menjadi lebih dari sekedar produk rumput laut. Atas kerja keras dan inovasi yang dilakukan, Tao Kae Noi berhasil menjadi merek dengan rasa enak yang diakui dan dicintai oleh konsumen di Thailand dan banyak negara.
 
Saat merek adalah aset perusahaan, perlindungan merek menjadi penting.
Merek dagang merupakan aset berharga bagi sebuah perusahaan. Untuk menjaganya, Tao Kae Noi mendorong pendaftaran Intelektual Property atau perlindungan hak kekayaan intelektual di berbagai negara di seluruh dunia termasuk Amerika, Eropa, Asia Tenggara dan Cina. Mereka tak henti memantau pelanggaran hak merek dagang baik di Thailand maupun di luar negeri. Upaya mereka berbuah manis hingga Tao Kae Noi berhasil meriah penghargaan IP Awards 2020, Kategori Merek Dagang dari Departemen Kekayaan Intelektual Kementerian Perdagangan (DIP – Department of Intellectual Property) Thailand baru-baru ini. 
 
“Meski Tao Kae Noi bukan merek pertama yang masuk pasar, namun kami harus menjadi merek pertama yang dicintai konsumen. ‘Tao Kae Noi’ yang awalnya kecil menjadi merek utama yang unggul dengan perlindungan hak atas kekayaan intelektual,” ungkap Tob saat menerima penghargaan IP Champion 2020 di Bangkok.
 
Tob juga menyampaikan komitmen Tao Kae Noi untuk memfokuskan pada perlindungan hak kekayaan intelektual, khususnya merek dagang. “Kami berniat membangun merek Tao Kae Noi agar dikenal dan dikenang sebagai merek Thailand yang berkualitas dan telah memperoleh pengakuan internasional,” tutup Tob.
 
Tao Kae Noi melakukan strategi ekspansi bisnis dengan melakukan Line Extension dan Brand Extension dan berkolaborasi dengan merek internasional terkenal (co-branding) dalam mengembangkan produk baru Tao Kae Noi. Tak hanya itu, Tao Kae Noi juga melibatkan artis untuk mendorong trending topic seperti Sehun, anggota EXO, F4, GOT7, 2PM, SBFIVE, juga artis pendukung seperti BlackPink, Nu’Est dan Kang Daniel. 

Advertisment