Lewat Konsep Sociopreuneur, UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Puluhan Juta Rupiah

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Di Masa Pandemi, Pertamina terus konsisten mendorong para pelaku UMKM untuk berkembang. Tak hanya menyalurkan usaha, pembinaan dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya mendorong para UMKM binaan agar bisa naik kelas dan mengembangkan usahanya.

Dalam pembinaan tersebut, Pertamina memotivasi para UMKM binaannya agar dapat membantu masyarakat sekitar untuk menyediakan lapangan pekerjaan atau dikenal dengan konsep Sociopreuneur.

Advertisment

Konsep ini diterapkan dengan baik oleh Naning Herdining, pemilik UMKM Indah Cipta yang telah menjadi mitra binaan Pertamina sejak 2010. “Saya ajak ibu-ibu rumah tangga yang menganggur untuk bantu membuat kerajinan bantal. Supaya jadi pemasukan untuk mereka juga. Alhamdulillah konsep ini ternyata berbuah berkh untuk usaha saya juga,” jelas Naning.

Saat ini sudah ada sekitar 5 hingga 6 karyawan yang membantu usahanya. Jumlah itu bisa saja bertambah tergantung pada banyaknya pesanan yang datang. Naning biasanya bertugas menggunting pola pada kain satin lalu memberikan pada tetangganya untuk disempurnakan.

“Karena ini produk handmade, kualitas sangat dijaga sehingga 1 bantal ukuran 40×40 bisa selesai 3-4 hari,” imbuhnya.

Usaha yang berbasis di daerah Takalar, Sulawesi Selatan ini telah dijalani Naning sejak tahun 2000. Pada awalnya, ia hanya iseng mengisi waktu luang untuk membuat sarung bantal dan gorden smock. Namun, karena positifnya komentar dari keluarga dan tetangga sekitar, membuat Naning serius menggeluti usaha ini.

Beragam karya seperti sarung bantal, bantal guling, taplak meja, bed cover, sampai tas pesta, ia jajakan dalam tokonya. Untuk masalah harga, Naning tidak mematok harga yang tinggi, untuk barang dagangannya jika dilihat dari tingkat kerumitan pembuatan. Barangnya dijual berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 125 ribu per sarung bantalnya.

Ia mendengar informasi perihal Program Kemitraan Pertamina dari salah seorang teman. Berkat kegigihannya, dari sebelumnya omzet Rp 7 juta per bulan, semenjak bergabung dengan Pertamina hingga saat ini Naning bisa mendapatkan omzet hingga Rp 10 – 15 juta per bulan. Dengan menjadi mitra binaan Pertamina, perempuan kelahiran Madiun ini memiliki banyak kesempatan untuk mempromosikan produknya dalam ajang pameran seperti yang digelar di Samarinda tahun 2017 lalu.

“Semoga dengan bantuan modal dari Pertamina ini dapat saya manfaatkan untuk mengembangkan usaha dan membantu banyak orang,” tuturnya.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali menambahkan, Pertamina mengapresiasi usaha berbasis socioprenenur yang dijalani oleh Naning. Menurutnya, hal ini merupakan contoh penerapan dari Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (TPB/SDGs) tujuan ke 8 yaitu menciptakan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

”Dengan naik kelasnya para UMKM, diharapkan para pekerjanya makin sejahtera dan membawa multiplier effect bagi semuanya terutama dalam meningkatkan roda ekonomi yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesempatan kerja di lingkungan sekitarnya,” tutup Laode.

Pertamina terbuka kepada UMKM di Sulawesi yang ingin mendapatkan bantuan modal usaha untuk mengikuti Program Kemitraan Pertamina. Informasi lebih lengkap bisa diakses di www.pertamina.com/id/
program-kemitraan atau menghubungi Pertamina Call Center 135.(***)