20 Barista Makassar Adu Kemampuan Lewat Kompetisi Latte Art di Aston Makassar

Manajemen Hotel Aston Makassar menggandeng Archipelago Community menggelar kompetisi barista bertajuk Latte Art Competition 2022.(foto:ist)

Manajemen Hotel Aston Makassar menggandeng Archipelago Community menggelar kompetisi barista bertajuk Latte Art Competition 2022.(foto:ist)

MAKASSAR, DJOURNALIS.com –Manajemen Hotel Aston Makassar menggandeng Archipelago Community menggelar kompetisi barista bertajuk Latte Art Competition 2022.

Ajang barista ini berlangsung di lt 20 Aston Makassar, Senin (1/8/2022) mulai pukul 10.00 sampai 15.00 WITA.

Advertisment

Ibnu selaku ketua panitia menuturkan, kegiatan tersebut diadakan untuk menciptakan seniman kopi yang profesional dan handal khususnya di Sulawesi Selatan.

“Kami bermaksud mengadakan kompetisi ini dengan tujuan melahirkan anak-anak muda yang handal dalam pembuatan late art sendiri,” katanya.

Sementara Food and Beverage Manager ASTON Makassar , Zubair menjelaskan, lewat kompetisi tersebut, kemampuan latte art dari 20 barista yang menjadi peserta diadu. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai hotel dan restoran di Kota Sulsel.

“Ada 20 peserta yang ikut berkompetisi. Peserta hampir semua perwakilan dari restoran dan hotel di Sulsel,” ungkap Zubair.

Lanjut dia, gelaran ini merupakan pertama kalinya digelar oleh Archipelago International di Indonesia Timur. Karena biasanya hanya dilaksanakan di Pulau Jawa dan Bali.

Kompetisi ini memang telah menjadi agenda tahunan dari Archipelago International dengan tujuan membentuk barista-barista handal.

“Awalnya yang mendaftar ini cukup banyak sekitar 30 orang. Tetapi kami membatasi 20 orang saja, makanya hari ini 20 orang ini mulai berkompetisi,” katanya di sela-sela kegiatan, Senin (01/08/2022).

Ia mengaku, pelaksanaan Archipelago Latter Art Competition kali ini Aston Makassar menjadi tuan rumah untuk regional Indonesia Timur. Bahkan menjadi tahun pertama diselenggarakan di wilayah Indonesia Timur.

Menurutnya, saat ini keberadaan barista di Makassar sudah banyak, hal ini yang mendorong pihaknya untuk mengadakan kompetisi ini.

Sementara untuk Kriteria penilaian meliputi kreatifitas seni yang ditampilkan barista, keutuhan gambar dan kontras dari gambar yang ditampilkan oleh barista.

Kompetisi Latte Art ini terdiri dari babak penyisihan, semi final dan final. Ada empat orang yang mengikuti final hingga tersisa menjadi tiga orang pemenang.

“Ini juga jadi tantangan karena harus melukis di depan juri, jadi tidak boleh gugup,” kata Zubair.

Adapun juri yang terlibat dalam kompetisi ini, diantaranya perwakilan dari Archipelago Food and Beverage Corporate serta Indonesia Food and Beverage Manager Associate.(****)