Jasa Raharja Santuni Korban Lakalantas di Sidrap

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Jasa Raharja Cabang Sulsel memberikan santunan kepada ahli waris korban kecelakaan dua bersaudara Minggu 11 Februari lalu di Jalan Poros Sengkang – Sidrap, tepatnya di Desa Tanete, Kecamatan Wattang Sawitto, Kabupaten Sidrap.

Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sulawesi Selatan, Jahja Joel Lami menjelaskan, untuk korban meninggal, kepada ahli warisnya diberikan santunan sebesar Rp 100 juta.

Advertisment

” Korban dibayarkan berdasarkan UU No. 34 tahun 1964 Jo Peraturan pemerintah no. 18 tahun 1965. Tentang dana kecelakaan lalulintas jalan. Masing-masing korban ahliwarisnya mendapatkan santunan Rp50 Jt,”lanjut Joel.

Ia pun menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi peraturan lalulintas dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Jangan lupa secara tepat waktu membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalulintas Jalan, Iuran Wajib di Kantor Bersama Samsat. Mengingat ketaatan masyarakat membayar pajak kendaraan bermotor dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalulintas Jalan di samsat sangat membantu dalam pengumpulan dana untuk pembayararan santunan bagi korban kecelakaan lalulintas jalan,” ujarnya.

Sebelumnnya diketahui, korban bernama Imaduddin bersama saudaranya Badri berboncengan dan menabrak mobil Truck Fuso. Akibat kecelakaan tersebut keduanya tewas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

PT Jasa Raharja pun bergerak cepat dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna kepastian Jaminan berdasarkan UU No 34 tahun 1964, dan langsung menghubungi PT Jasa Raharja Samsat Wajo, untuk memberi santunan kepada ahli waris korban yaitu bapak kandung keduanya, Amran yang berdomisili di Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo.

Dan sesuai informasi yang diperoleh dari tetangga korban, kedua korban adalah tulang punggung keluarga, yang membiayai orang tua dan saudara- saudaranya.

Sebagai penegasan komitmen pelayanan dengan mengedepankan semangat PRIME (Pro Aktif Ramah Ihlas Mudah dan Empati) Jasa Raharja membantu pengurusan dokumen administrasi ahli waris dan membantu membukakan rekening di Bank, sehingga santunan dibayarkan pada hari ini (Senin), sebesar Rp 100 juta untuk dua orang korban. (**)