Pasca Imlek, Cash Outflow BI Sulsel Naik 225,7%

MAKASSAR, DJOURNALIST.com -Transaksi tunai (uang kartal) yang masuk ke Bank Indonesia (BI) Sulsel menurun dibandingkan bulan sebelumnnya.

Dimana, pada Februari 2018, jumlah uang kartal yang masuk (cash inflow) tercatat sebesar Rp1,49 Triliun, menurun sebesar 57,9% (mtm) dari bulan Januari 2018 yang tercatat sebesar Rp3,54 triliun.

Advertisment

Sebaliknya, uang kartal yang keluar (cash outflow) sebesar Rp0,59 triliun, meningkat 225,7% (mtm) dari bulan Januari 2018 yang tercatat sebesar Rp0,18 Triliun.

Kondisi tersebut menyebabkan net inflow pada bulan Februari 2018 sebesar Rp0,89 triliun menurun dari bulan sebelumnnya yaitu sebesar Rp3,36 triliun.

” Penurunan net inflow terutama disebabkan oleh mulai menurunnya arus balik uang kartal pasca natal dan tahun baru. Selain itu hari raya imlek yang berlangsung selama 15 haru yang diakhiri dengan perayaan cap go meh, uang kartal masih diperlukan oleh masyarakat,” ujar Kepala Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso.

Sementara itu, lanjut Bambang, demi menjaga kelancaran penyelenggaraan sistem pembayaran di Sulsel, BI senantiasa melakukan pemantauan terhadap perkembangan transaksi kliring.

Dimana, nilai dan volume transaksi kliring sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnnya. Dimana, nilai transaksi kliring pada bulan Februari 2018 tercatat sebesar Rp3,80 triliun, menurun dibandingkan bulan sebelumnnya dan dengan periode yang sama tahun sebelumnnya.

Sementara itu, jumlah warkat kliring pada bulan Februari 2018 tercatat sebesar 87.959 lembar , menurun secara bulanan (-14,0%, mtm) maupun tahunan (-9,3% yoy).

Kondisi tersebut disebabkan oleh adanya faktor seasonal di setiap awal tahun, dimana realisasi anggaran proyek di daerah masih terbatas dan diharapkan kembali meningkat pada bulan-bulan berikutnya. Di samping itu penurunan transaksi kliring juga ditengarau oleh semakin berkembangnya transkasi non tunai lainnya yang mulai menarik perhatian masyarakat. (**)