Aset BPR Sulselbar Tumbuh 18,51%

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Sementara aset BPR Sulselbar posisi Januari 2018 tumbuh 18,51% (yoy) atau 1,05% (ytd) menjadi Rp2,39 triliun yang terdiri dari aset BPR Sulsel Rp2,31 triliun dan aset BPR Sulbar Rp77,98 miliar.

Advertisment

Hal tersebut terungkap dalam sarasehan perkembangan kinerja BPR & BPRS Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 di Kantor Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua Kamis, 15 Maret 2018.

Pertumbuhan tersebut sejalan dengan pertumbuhan Kredit Sulselbar 20,28% (yoy) atau 2,05% (ytd) menjadi Rp2,09 triliun yang terdiri dari kredit yang disalurkan BPR Sulsel sebesar Rp2,03 triliun dan BPR Sulbar sebesar Rp56,63 miliar.

Sementara untuk kinerja penghimpunan Dana Pihak Ketiga ( DPK )Sulselbar mencatat pertumbuhan 26,40% (yoy) menjadi Rp1,55 triliun yang terdiri dari DPK BPR Sulsel Rp1,50 triliun dan DPK Sulbar Rp45,69 miliar.

” Pertumbuhan DPK ini terutama ditopang oleh pertumbuhan DPK BPR Sulsel berupa Deposito yang tumbuh 30,38%,” jelas Zulmi Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 di Kantor Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pertumbuhan lain lanjutnya, juga terlihat DPK yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit BPR tercermin dari penurunan LDR BPR Sulselbar dari 91,75% posisi Desember 2017 menjadi 89,10% posisi Januari 2018.

Sementara, kinerja positif juga terlihat dari perkembangan Bank Perkreditan Rakyat Syariah ( BPRS ) Sulselbar.

Aset BPRS Sulselbar posisi Januari 2018 melanjutkan pertumbuhan positif 6,16% yoy atau 0,50% ytd menjadi Rp169,55 miliar yang terdiri dari aset BPRS Sulsel Rp169 miliar dan aset BPRS Sulbar Rp544 juta.

Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh pertumbuhan penghimpunan DPK 12,89% yoy menjadi Rp59,55 miliar, yang terdiri dari DPK yang dihimpun BPRS Sulsel Rp59,24 miliar dan BPRS Sulbar Rp314 juta.

Sementara, penyaluran pembiayaan mencatat pertumbuhan negatif -0,41% yoy menjadi Rp127,17 miliar, yang terdiri dari Penyaluran Pembiayaan BPRS Sulsel Rp126,34 miliar dan Penyaluran Pembiayaan BPRS Sulbar Rp818 juta.

Namun demikian, kinerja intermediasi BPRS di Sulselbar tetap tinggi dengan FDR 221,05% posisi Desember 2017, dan 213,54% pada posisi Januari 2018.

Dalam sarasehan tersebut, disampaikan juga materi terkait literasi dan inklusi Keuangan BPR/S.(**)