BI Sebut Penggunaan Uang Elektronik di Sulsel Sudah 53%

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KpW) Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso mengatakan, transaksi non tunai di Sulsel masih mengalami tantangan dan tertinggal dibandingkan provinsi lain meski grafiknya sudah mulai mengalami peningkatan jauh sebelum gerakan non tunai disosialisasikan.

” Terjadi peningkatan yang positif dalam penggunaan transaksi uang elektronik sejak gencar disosialisasikan, dari 6 persen menjadi 53 persen. Itu sesuatu yang positif,” sebut Bambang disela-sela Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai dan Elektronifikasi Tol di Provinsi Sulsel, di Barru Ballroom Hotel Novotel, Rabu 21 Maret 2018.

Advertisment

Banyak faktor kata Bambang, yang mendasari belum familiarnya masyarakat menggunakan transaksi non tunai.

BI pun menyebut tidak mudah menerapkan transaksi non tunai di masyarakat. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang belum terbiasa dengan sistem tersebut.

Mengatasi hal itu, BI Sulsel menggandeng sejumlah instansi seperti Dinas Perhubungan se Kota/Kabupaten di Sulsel dan Dinas Komunikasi dan Informatika se-Kota/Kabupaten Sulsel
mensosialisasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Dengan tujuan, akan mengedukasi terkait GNNT dan untungnya bertransaski non tunai.

Bambang mengatakan, masih lemahnya transaksi non tunai di masyarakat disebakan karena belum teredukasinya masyarakat.

Padahal lanjutnya, banyak manfaat dari penggunaan transaksi non tunai yang bisa dirasakan secara langsung baik oleh masyarakat maupun pemerintah antara lain, lebih praktis karena masyarakat tidak perlu membawa banyak uang tunai, kedua, akses masyarakat yang lebih luas ke dalam sistem pembayaran dan tentunya transparansi transaksi yang bisa membantu usaha pencegahan dan identifikasi kejahatan kriminal.

” Kita masih butuh waktu untuk terus melakukan sosialisasi tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah, instansi terkait dan media,”harap Bambang.

Bambang menambahkan, dari GNNT dan Elektronifikasi Tol ini nantinya bisa memberikan pemahaman mengenai manfaat penggunaan Uang Elektronik dan transaksi secara non tunai yang tidak hanya ditujukan kepada pengguna jalan tol namun juga kepada masyarakat secara keseluruhan.

Hal ini sangat penting, mengingat besarnya tuntutan akan layanan pembayaran yang semakin aman, lancar, dan efisien, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi.

” Kegiatan sosialisasi diharapkan bisa membawa manfaat bagi seluruh jajaran di lingkup pemerintah provinsi Sulsel khususnya masyarakat sehingga berdampak positif terhadap kemajuan ekonomi, khususnya di wilayah Sulsel,” tutup Bambang. (**)