RSIA Amanat dan RS Luramay Terima Pasien JKN KIS

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Jumlah peserta JKN KIS yang semakin bertambah tentu diperlukan juga fasilitas kesehatan yang menunjang.

Untuk itu kembali BPJS Kesehatan Cabang Makassar melakukan perjanjian kerjasama dengan dua rumah sakit, RSIA Amanat dan RS Luramay dalam melayani peserta JKN KIS.

Advertisment

Dengan bergabungnya RSIA Amanat dan RS Luramay kini BPJS Kesehatan Cabang Makassar telah memiliki 46 Rumah Sakit yang siap menerima peserta JKN KIS.

Dilakukan secara terpisah, penandatanganan perjanjian kerjasama RSIA Amanat dengan BPJS Kesehatan dilakukan langsung oleh Unting Patri Wicaksoni Pribadi selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar dan Nurahma selaku Komisaris RSIA Amanat bertempat di RSIA Amanat Jalan Bau Mangga Nomor 11 D, Kamis lalu.

Pada kesempatan tersebut pihak RSIA Amanat berkomitmen akan melayani dengan sepenuh hati kepada seluruh peserta JKN KIS tanpa memandang status sosial ekonomi.

“Jikalau nantinya ada hambatan maupun kendala RSIA Amanat siap menerima masukan dari BPJS Kesehatan,”ungkap Nurahma.

Sedangkan Penandatanganan dengan RS Luramay dilakukan langsung oleh direktur RS Luramay Lauritha Sambo P bersama Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar Unting Patri Wicaksono Pribadi, Jumat 26 Maret 2018 di RS Luramay Jalan Yusuf Daeng Ngawing Blok E19 Nomor 11.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlangsung dengan baik dan kami dapat memberikan pelayanan yang baik dan tentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”kata Lauritha Sambo dalam sambutannya saat penandatanganan PKS berlangsung.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Makassar Unting Patri Wicaksono Pribadi, BPJS Kesehatan merupakan badan hukum publik yang diawasi oleh banyak lembaga bisa dari peserta, LSM maupun Pemerintah itu sendiri.

“Oleh karena itu diharapkan kepada setiap rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat dan menghimbau untuk tidak ada iuran tambahan yang dibebankan kepada peserta dan aturan ini harus diketahui menyeluruh oleh seluruh staf Rumah Sakit, tidak hanya oleh manajemen,” terang Unting Patri.

BPJS Kesehatan juga mengimbau bahwa sesuai aturan yg berlaku setiap tenaga kerja yg berpraktek harus memiliki surat izin yang berlaku untuk menjaga legalitas pelayanan. (**)