Triwulan I 2018, OJK Terima 266 Pengaduan Nasabah Jasa Keuangan

Zulmi Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 6 Sulampua. (Foto:fakra)

Zulmi Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 6 Sulampua. (Foto:fakra)

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Wilayah Sulampua menerima sebanyak 266 pengaduan nasabah sektor Industri Jasa Keuangan (IJK) dan Non Lembaga Jasa Keuangan (LJK).

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari periode Januari-Maret 2018.

Advertisment

Dari jumlah tersebut, sebanyak 235 diantaranya sudah diselesaikan, 21 diteruskan ke Kantor Pusat dan 3 dalam proses identifikasi.

Dari total jumlah itu, perbankan menempati posisi pertama yaitu 186 aduan, selanjutnya diikuti perusahaan lembaga pembiayaan atau multifinance 47 aduan, dan di posisi ketiga non LJK sebanyak 12 aduan.

Sisanya merupakan pengaduan terhadap Pegadaian, perusahaan asuransi, pasar modal dan dana pensiun.

” Di samping itu, sejak implementasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tanggal 1 Januari 2018, telah dilayani 446 permintaan informasi keuangan dari masyarakat,” kata Zulmi Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional 6 Sulampua baru-baru ini.

Zulmi menjelaskan, dari total pengaduan tersebut sebagian besar bisa selesai di ranah OJK.

” Jika konsumen mengalami masalah dengan layanan jasa keuangan, maka langkah pertama harus menyampaikan permasalahan yang dialami ke Pelaku Jasa Usaha Keuangan (PUJK), misalnya bank, untuk menyelesaikan masalah secara internal,”sebut Zulmi.

PUJK diberikan waktu 20 hari untuk menangani kasus tersebut. Apabila tidak terselesaikan, masa waktu penanganan diperpanjang 20 hari lagi untuk mengangani kasus.

Jika tetap tidak puas, maka konsumen bisa melapor ke OJK. Kemudian, OJK mengklarifikasi dan verifikasi ke konsumen, PUJK, dan pengawas.

Setelah melalui semua proses, terakhir, jika belum juga terselesaikan, maka OJK bisa menggugat pelaku jasa keuangan jika terbukti tak melakukan fungsi perlindungan konsumen dengan baik. Langkah ini yang merupakan upaya terakhir setelah semua saluran yang ditempuh tak membuahkan hasil. (**)