Kuartal I 2018, BFI Finance Bukukan Laba Rp 351 Miliar

MAKASSAR, DJOURNALIST.com –  PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance)perusahaan jasa pembiayaan swasta berstatus ‘Go Public’ yang berdiri sejak 7 April 1982, berfokus pada pembiayaan untuk pengadaan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua, alat-alat berat, mesin-mesin, properti dan sebagainya.

Sebagai upaya peningkatan pelayanan, BFI Finance membuka 11 cabang di Kota Makassar berada di cakupan Regional Sulawesi dengan dua kantor cabang.

Advertisment

Selain itu, BFI Finance juga memiliki cabang di beberapa Kabupaten/Kota seperti Palopo, Bone, Parepare, Toraja, Polewali Mandar, Luwu Timur, Luwu Utara, Bulukumba, dan Gowa.

Regional Manager BFI Finance Wilayah Sulawesi, Khenriek Tjandra, mengaku kepercayaan konsumen pengguna jasa perusahaan pembiayaan tersebut berkembang secara signifikan, dengan jumlah konsumen yang relatif besar.

“Pasar kami di Area Makassar terus tumbuh, bahkan cukup signifikan dengan pertumbuhan kontrak per 31 Maret 2018 mencapai enam persen. BFI Finance Area Makassar memiliki jumlah konsumen sebanyak 18.169, termasuk 5.873 diantaranya adalah konsumen yang datang khusus dari kota Makassar,” papar Khenriek, Jum’at 20 April 2018.

Secara nasional, pertumbuhan pembiayaan (booking) Perusahaan BFI Finance mencapai angka Rp.4,2 triliun atau mencapai 24% dari target tahun 2018 sebesar Rp17,2 triliun.

Pencapaian pembiayaan tersebut juga lebih tinggi 31% dari periode yang sama di tahun 2017.

Hingga Maret 2018, BFI Finance memiliki 352 outlet di seluruh Indonesia yang terdiri dari 217 cabang dan 135 gerai, untuk mendukung operasional Perusahaan dalam melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di daerah-daerah.

“Dari 352 outlet itu, 4 diantaranya terdapat layanan pembiayaan syariah yang telah resmi diluncurkan oleh Perusahaan pada pertengahan triwulan I, 2018 ini. Outlet tersebut berada di wilayah Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang,” terangnya.

Kinerja cemerlang juga ditorehkan dengan laba bersih Perusahaan mencapai Rp 351 miliar pada kuartal pertama 2018, meningkat 38% dibandingkan dengan triwulan I tahun lalu dengan nominal sebesar Rp 254 miliar, serta mampu menjaga kestabilan NPF (non performing financing) di angka 1%. (**)