Ekonom UI ini Bahas Tantangan Ekonomi 2018

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Dr Lana Soelistianingsih SE, MA.

Ekonom Universitas Indonesia (UI), Dr Lana Soelistianingsih SE, MA.

BANDUNG, DJOURNALIST.com – Ekonom Universitas Indonesia (UI), Dr Lana Soelistianingsih SE, MA menyebut Indonesia berpotensi mencatatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5,4 persen di tahun 2018.

Namun, ada sejumlah tantangan baik dari internal maupun eksternal untuk merealisasikan pertumbuhan ekonomi tersebut.

Advertisment

Tiga hal utama utama penghambat pertumbuhan ekonomi tersebut adalah, perbaikan daya beli masyarakat yang belum normal terutama untuk kelompok pendapatan rendah, kedua adanya pelemahan peran perbankan dalam pembiayaan rumah tangga sebesar 56 persen.

Tidak hanya itu, faktor digitalisasi ekonomi juga disebut-sebut menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi kita, pasalnya dengan adanya digitalisasi ekonomi ini pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen hanya mampu menyerap 300 ribu tenaga kerja baru yang seharusnya mampu menyerap 1 juta tenaga kerja.

” Sedikit terbantu dengan adanya bansos pemerintah,”kata Lana yang juga menjabat Kepala Ekonom PT Samuel Aset Manajemen ini.

Lana menambahkan, tantangan lain juga dipicu adanya global isu trade war dan geopolitik.

” Akankah ekonomi kita tumbuh 5,4% pada 2018?, Yah itu tadi berbagai tantangan yang kita hadapi harus dibenahi, dan jika pemerintah memanfaatkan moment di kuartal II dengan baik untuk menumbuhkan ekonomi kita maka tidak menutup kemungkinan itu bisa kita capai,”ujar Lana di depan puluhan wartawan peserta Media Gathering Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) BI Sulsel di Hotel Papandayan Bandung, Jumat 27 April 2018.

Sementara dari sisi pendukung pertumbuhan ekonomi, konsumsi rumah tangga masih berkintribusi besar.

” Kita juga ada kemajuan dari sisi investasi tapi masih rendah dari negara lain seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam. Kekuatan ekonomi kita juga masih kuat dari konsumsi rumah tangga,”tambah Lana.

Sebab kata Lana, ada pola yang kuat antara pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi.

Dimana konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, disusul ekspor dan investasi. (**)