BI Berencana Naikkan Suku Bunga Acuan

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Bank Indonesia (BI) berencana menaikkan suku bunga acuan di tengah nilai tukar rupiah yang saat ini terus mengalami tekanan.

Diketahui hingga Kamis hari ini 3 Mei 2018 posisi rupiah telah menyentuh angka 13 ribu 950 rupiah per dolar Amerika Serikat.

Advertisment

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo ditemui di sela-sela acara Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sulawesi Selatan di Hotel Clarion Makassar, Kamis 3 Mei 2018 mengungkapkan, tugas dari Bank Indonesia yaitu menjaga stabilitas perekonomian dan angka inflasi yang rendah dan stabil, termasuk mengantisipasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Olehnya BI tidak akan segan melakukan penyesuaian suku bunga acuan disebut BI seven day repo rate jika tekanan terhadap nilai tukar rupiah berindikasi mengganggu stabilitas perekonomian.

Meskipun demikian, Dody menegaskan kebijakan tersebut akan dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan situasi terkini. Jika nantinya nilai rupiah telah stabil suku bunga acuan kembali akan dikaji.

Di tengah pelemahan rupiah Bank Indonesia juga mengimbau korporasi dalam kondisi saat ini untuk membeli dolar Amerika Serikat sesuai kebutuhan waktu dan jumlah kewajibannya.

Sehingga tidak melonjakkan kebutuhan dolar AS yang dapat menambah penurunan nilai tukar rupiah.

Di samping itu, Bank sentral akan memperkuat operasi moneter dan akan berada di pasar untuk memastikan tersedianya likuidasi dalam jumlah yang memadai baik valas maupun rupiah serta berkoordinasi dengan lembaga terkait.

Selain itu, BI juga memantau perkembangan perekonomian global dan dampaknya pada perekonomian domestik.

Disisi lain, Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sulawesi Selatan yang digelar perwakilan Bank Indonesia Sulsel di Makassar, merupakan salah satu instrumen untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi diantara semua instasi, sektor terkait sehingga dapat menyamakan presepsi untuk mengurai potensi ekonomi yang ada

Kepala Perwakilan BI, Bambang Kusmiarso saat memberikan sambutannya menuturkan, pihaknya membutuhkan kerja sama semua instansi dan lembaga untuk merumuskan suatu aksi pegembangan potensi yang ada di Sulsel.

Selain itu, melalui bantuan semua pihak bank sentral dapat memperluas kapasitas dan skala ekonomi, dimana nantinya lompatan ekonomi yang sudah dicapai dapat lebih besar lagi.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan ekonomi Sulsel tumbuh di kisaran 7,2 persen hingga 7,6 persen pada tahun 2018 ini. Torehan itu tentunya tetap berada di atas angka pertumbuhan nasional.

Melihat potensi yang ada di Sulsel Bambang Kusmiarso mengatakan pertumbuhan ekonomi masih dapat ditingkatkan lagi.

Olehnya, pihaknya selaku Kepala Perwakilan BI Sulsel mengharapkan kerja sama semua pihak tanpa terkecuali untuk dapat mencapai hasil yang maksimal.

Hadir salam desiminasi Dewan Gubernur Bank Indonesia, Bapak Dody Budi Waluyo, Sekda Provinsi Sulsel Drs H Tautoto Tana Ranggina, M.Si., Para Panelis Ananda Pulungan, Kepala Grup Departemen Regional III yang membawahi Regional KTI, Firman Mochtar, Kepala Grup Asesmen Ekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, Febrio Kacaribu, SE, MIDEC, PhD, Ekonom Universitas Indonesia dan para prominent economist selaku penanggap diskusi antara lain, Prof Marsuki , Dr Muhammad Yusri, Zamhuri, Dr. Agussalim dan La Tunreng. (**)