Bango Boyong 30 Kuliner Nusantara di Festival Jajanan Bango 2018

Festival Jajanan Bango 2018 di Makassar.

Festival Jajanan Bango 2018 di Makassar.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – PT Unilever Indonesia melalui produknya Kecap Bango kembali menyambangi Makassar menghelat kuliner akbar ” Festival Jajanan Bango 2018″ di Tribun Lapangan Karebosi, 5-6 Mei 2018.

Sebanyak 30 hidangan otentik Indonesia langsung dari tangan para lagenda kuliner nusantara hadir memuaskan selera puluhan ribu pecinta kuliner nusantara di Makassar.

Advertisment

Nando Kudmanto Senior Branch Manager Bango PT Unilever Indonesia menjelaskan, festival jajanan Bango 2018 bentuk apresiasi ke pelanggan Bango yang selama ini telah mendukung Bango dan selalu mengedepankan dan mempopulerkan kuliner nusantara dari generasi ke generasi.

Nando menyebut, Makassar menjadi kota kedua yang disambangi Bango, selain karena animo masyarakat yang begitu besar seperti pada tahun 2014, Makassar juga dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan kuliner lokal yang sangat khas dan beragam.

Tak hanya jajanan, festival ini semakin semarak dan inspiratif dengan hadirnya demo masak, aneka hiburan dengan konten lokal, dan hadirnya galeri unik “Warisan Kuliner Nusantara” yang secara interaktif menampilkan 90 tahun jejak kecap bango di Indonesia serta misi pelestarian kuliner nusantara yang selalu diusung dari tahun ke tahun.

Cerita di balik ragam kuliner nusantara dan kisah para penjaja kuliner yang sudah melagenda juga turut mengisi festival tersebut.

Tak ketinggalan, ciri khas festival Bango, hadir area yang menggambarkan ketulusan Bango dalam menjaga kualitas produknya.

Tak sampai disitu, di tempat ini pengunjung juga bisa mengenal bagaimana proses pembuatan kecap berkualitas dari mulai pembibitan kedelai hitam berkualitas hingga teknis produksi terkini.

” Tahun ini kami merayakan perjalanan sukses Bango yang selama 90 tahun selalu konsisten menjaga kualitas melalui penggunaan bahan-bahan terbaik dan proses pembuatan yang otentik,”ujar Nando.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Makassar, H Syamsu Rizal menambahkan, meski Makassar surga bagi banyaknya kuliner lokal yang khas, tetapi perhatian dan minat masyarakat Makassar terhadap keragaman kuliner nusantara makin meningkat.

” Prioritas wisatawan dalam berlibur itu kuliner. Orang datang ke makassar karena faktor makanan. Makanan bukan sekadar cicip-cicip makanan, orang jadi terkenal gara-gara makanan. Artinya kuliner menjadi sektor kreatif,”kata Deng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal.

Deng Ical pun berharap, festival seperti Bango bisa menjadi agenda tahunan di Makassar.

” Terlihat dari semangat mereka yang besar menelusuri ragam kuliner yang berasal dari berbagai wilayah nusantara, ini tentu bisa jadi ajang kuliner dan memberikan kesempatan bagi para pecinta kuliner semakin mengenal dan berpartisipasi merayakan dan melestarikan kekayaan warisan kuliner nusantara,”tambahnya.

Adapun 30 kuliner nusantara yang hadir diantaranya, Mie aceh sulawesi, Sop Ubi Dapur Indo’Qu, Nasi Goreng Kebon Sirih, Pallubasa onta, Es Campur Pak Oyen, Sop Saudara Jalan Irian, Kepala Manyung Bu Fat Semarang, Es Poteng RKC, Nasi Pindang Pak Ndut, Aroma Luwu, Bollo Bola Ubi, Warung Alhamdulillah songkolo Begadang dan Bebek Sinjay, Sate Klatak Mak Adi Jogja, Tata ribs Daeng Tata, Soto Betawi Ma’ruf, Sate Beurem Mang Soleh, Bakso Boeing Toraja, Warung Gerobak Ijo, Dangkot Garuda, Warung Raja Pisang Ijo, Rawon Desa, Sate Maranggu Tukang Masak Khas Purwakarta, Sroto Sokaraja, Nasu Palekko bu Mul, Soto Pindang Iga, Aroma Coto Gagak, Gudeg Jogja Laminten dan RM Pallu Kaloa. (**)