Parepare, Kota Penyumbang Inflasi Tertinggi Sulsel Sebesar 1,02 persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis pada bulan Juli 2018, Sulawesi Selatan mengalami inflasi 0,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,30.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis pada bulan Juli 2018, Sulawesi Selatan mengalami inflasi 0,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,30.

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis pada bulan Juli 2018, Sulawesi Selatan mengalami inflasi 0,56 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,30.

Dari 5 kota IHK di Sulawesi Selatan, seluruh kota (Bulukumba, Palopo, Watampone, Parepare dan Makassar) mengalami inflasi.

Advertisment

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Parepare sebesar 1,02 persen dengan IHK 129,39 dan inflasi terendah terjadi di Kota Makassar sebesar 0,48 persen dengan IHK 135,86.

Akmal S.si Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulsel ditemui di Kantor BPS menyebutkan, inflasi yang terjadi di Sulawesi Selatan pada Juli 2018 ini disebabkan oleh naiknya harga pada enam kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga konsumen pada kelompok bahan makanan (1,77%), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,46%), kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan (0,22%), kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,18%), kelompok kesehatan (0,11%) dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,06%), sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks harga (-0,52%).

Sementara itu, penghitungan inflasi/deflasi Sulawesi Selatan bulan Juli 2018 didasarkan pada hasil Survei Harga Konsumen yang dilakukan oleh BPS Provinsi Sulawesi Selatan pada pasar tradisional dan pasar modern/swalayan di 5 kota IHK nasional yaitu Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo.

Dimana satu kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok sandang yang mengalami deflasi sebesar 0,52 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juli 2018 antara lain daging ayam ras, tarip pulsa ponsel, cabai rawit, tomat buah, tomat sayur, beras, kangkung, asam, ikan kembung/gembung, dan ikan cakalang.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah angkutan udara, ikan bandeng, cabai merah, bawang merah, angkutan antarkota, emas  perhiasan, baju kaos berkerah, wortel, kentang, jagung manis.

” Enam kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan positif terhadap inflasi Juli 2018 dan satu lainnya memberikan andil negatif,”sebut Akmal.(**)