Kuartal II 2018, Aset Bank Sulselbar Lampaui Target

Dari kiri ke kanan),  Irfan W. Roem (Pemimpin grup corporate secretary), Dian Anggriani Utina (pemimpin grup manajemen risiko), Irmayanti Sulthan ( pemimpin grup treasury), Amri Mauraga ( pemimpin grup perencanaan dan pengembangan), Ahmad firdaus (pemimpin grup pengendalian keuangan), Ruslan ( pemimpin departemen).

Dari kiri ke kanan),  Irfan W. Roem (Pemimpin grup corporate secretary), Dian Anggriani Utina (pemimpin grup manajemen risiko), Irmayanti Sulthan ( pemimpin grup treasury), Amri Mauraga ( pemimpin grup perencanaan dan pengembangan), Ahmad firdaus (pemimpin grup pengendalian keuangan), Ruslan ( pemimpin departemen).

MAKASSAR, DJOURNALIST.com – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) melaporkan kinerja keuangan kuartal II tahun 2018, Jumat 3 Agustus 2018.

Dimana, realisasi aset Bank Sulselbar pada Juni 2018 (Kuartal II ) sudah melampaui target sebesar Rp22,5 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 6,07 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama pada Juni 2017 yang tercatat sebesar Rp21,22 triliun.

Advertisment

Selain itu, Bank Sulselbar juga membukukan laba sebelum pajak Rp373,47 miliar.

” Capaian ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 365,12 miliar atau meningkat 2,29,” kata Pemimpin grup perencanaan dan pengembangan Bank Sulselbar, Amri Mauraga saat press conference financial highlight Bank Sulselbar triwulan II 2018 di Anomali Cafe.

Artinya capaian laba sebelum pajak melebihi target yang ditetapkan yakni sebesar Rp 309,85 miliar.

Amri mengaku pertumbuhan positif tidak hanya pada aset dan laba, tapi juga pos kredit dan pembiayaan.

Dimana realisasi kredit dan pembiayaan hingga Juni 2018 mencapai Rp 14,870 triliun atau naik 14,38 persen dari realisasi kredit 2017 periode yang sama sebesar Rp13,001 Triliun.

Realisasi kredit tersebut berasal dari Kredit Investasi (KI) yang tercatat sebesar Rp 1,465 triliun naik 89,12% dari target sebesar Rp1,644 triliun.

Sementara Realisasi Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp1,501 triliun naik 100,85% dari target Rp 1,489 triliun serta Kredit Konsumtif (KUL) dengan realisasi mencapai Rp 11,903 triliun atau naik 97,09% dari target sebesar Rp 12,260 triliun.

“Pendapatan bunga Rp 618,37 miliar di kuartal II tahun ini, atau naik 21,5% dari periode serupa tahun lalu yang tercatat Rp 508,919 miliar,”lanjutnya.

Sementara Kepala Divisi Treasury Bank Sulselbar, Irmayanti Sulthan menambahkan meski laba sebelum pajak Bank Sulselbar mengalami peningkatan, tetapi dibandingkan Bank Pemerintah Daerah (BPD) lainnya di Indonesia, Bank Sulselbar berada di posisi ketiga dibawah Bank DKI dan Bank Jateng (Jawa Tengah).

” Dari sisi laba, laba sebelum pajak, BPD Sulselbar berada di urutan ketiga,”ujarnya.

Meski masih di bawah Bank DKI dan Jateng berdasarkan laba sebelum pajak, tetapi Bank Sulselbar merupakan BPD yang cukup efisien dibandingkan BPD lainnya di Indonesia.

Hal tersebut terlihat dari Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Bank Sulselbar yang hanya 69,69 persen.

“Sementara rata-rata BOPO BPD lainnya di Indonesia mencapai 78%. Bisa dibilang secara nasional, kita masih lebih efisien,” sebut Irmayanti.

Irmayanti menuturkan, di tahun 2018 sejumlah strategi pendanaan bakal diupayakan BPD seperti penguatan segmen ritel, optimalisasi jaringan kantor, pengembangan layanan produk dan fitur berbasis digital banking dan implementasi Laku Pandai hingga meningkatkan pendanaan jangka panjang melalui penerbitan obligasi, NCD dan bilateral loan.

” Semester I secara pendanaan kita sudah lakukan kerjasama bilateral loans dengan BCA sebesar Rp500 miliar dan kerjasama dengan Komisi Penyiaran Daerah untuk pengelolaan payroll dan penempatan,”tambahnya.

BPD lanjut Irmayanti,  telah mengomptimalkan implementasi layanan Transaksi Non Tunai (TNT) di seluruh pemerintah daerah se-SulSel dan SulBar guna mendukung transparansi pengelolaan keuangan daerah. Dimana saat ini terdapat 15 pemerintah daerah se-SulSel dan SulBar yang menjadi pilot project
implementasi TNT.

Kedepan BPD berinisiatif melancarkan sejumlah strategis produk dan jaringan kantor di tahun 2018. Antara lain,  pembukaan 5 kantor kas, penambahan 129 terminal ATM, penambahan 4 Mobil KAS dan Implementasi 7 Laku Pandai. (**)